Ini Dia 4 Manfaat Sehat yang Didapatkan dari Rutin Membawa Bekal

Bekal Sekolah Sehat

Ini Dia 4 Manfaat Sehat yang Didapatkan dari Rutin Membawa Bekal

Lusiana Mustinda - detikFood
Rabu, 20 Jul 2016 19:25 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Jajanan di sekolah seringkali tak sehat. Karenanya bekali si kecil dengan makanan sehat agar tubuhnya tetap berenergi dan daya konsentrasinya kuat.

Makan siang di sekolah tidak hanya puaskan lapar si kecil. Makanan yang diolah sendiri oleh orang tua terbukti lebih sehat dan bermanfaat untuk tubuh. Berikut ini ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari rajin konsumsi bekal makanan.

1. Gizi seimbang
Makan siang menyediakan sepertiga dari kalori sehari-hari yang meliputi protein, vitamin A, C, zat besi dan kalsium. Dengan membawa bekal secara rutin diharapkan anak-anak dapat mengonsumsi makanan sehat yang memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Membatasi asupan lemak

The American Heart Association merekomendasikan anak-anak mendapatkan tidak lebih dari 25 sampai 35 persen kalori dalam lemak dengan sebagian besar lemak yang berasal dari lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal.

Untuk bekal si kecil, Anda tidak harus selalu membuat makanan dengan cara digoreng. Sesekali juga Anda bisa mengolah makanan dengan cara dipanggang yang lebih rendah lemak. Padukan makanan si kecil dengan aneka sayuran yang tinggi serat.

3. Mencegah obesitas
Memberikan anak-anak makanan sehat di sekolah merupakan langkah penting dalam mengurangi tingkat obesitas pada anak. Makanan yang di bawa dari rumah umumnya lebih sehat, asalkan berisi komposisi gizi yang seimbang yaitu meliputi tinggi serat, kaya protein, mengandung lemak dan karbohidrat yang cukup. Hal ini dapat mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

4. Tingkatkan energi
Ketika anak-anak tidak konsumsi makanan sehat saat makan siang, mereka akan lebih sulit untuk berkonsentrasi di sekolah dan tubuhnya menjadi agak lemas.

Dengan menawarkan makan siang yang sehat, tentu anak-anak akan mendapatkan energi yang dibutuhkan. Hal ini diamati dari sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2008 dalam Journal of Health School yang meneliti kebiasaan makan dari hampir 5.000 anak-anak sekolah. (lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads