Menurut Riskesdas, pada tahun 2010 angka kegemukan pada balita mencapai 14%, sedangkan pada tahun 2013 sebesar 11,9%. Walaupun cenderung menurun, tapi belum signifikan.
Obesitas pada anak berisiko 1,8 kali menjadi obesitas pada masa dewasa. Obesitas pada anak juga bisa berdampak pada penurunan prestasi belajar dan menarik diri dari lingkungan sosial. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan obesitas pada anak seperti aktifitas fisik, riwayat makan seperti pemberian ASI, berat badan lahir dan parental obesity.
Obesitas pada anak juga merupakan masalah penting yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan berisiko terjadinya infeksi saluran pernafasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru-paru.
Dan ini tentunya akan berakibat munculnya gangguan tidur, gejala penyakit jantung dan kadar oksigen dalam darah tidak normal. Mencegah terjadinya obesitas jauh lebih baik daripada mengobati.
"Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, dimulai sejak dari bayi yaitu dengan memberikan ASI eksklusif kemudian pemberian makanan tambahan setelah 6 bulan dan ASI dilanjutkan hingga 2 tahun," tutur Jansen Ongko, Msc, RD selaku ahli gizi kepada Detikfood (14/09).
Sedangkan untuk anak yang sudah alami kegemukan perlu dipantau sumber makanannya dan diukur berat badan serta tinggi badannya secara teratur.
Menurut Jansen, aktivitas fisik sebaiknya dikenalkan sejak dini pada anak baik dengan cara bermain maupun berolahraga sehingga banyak energi dari lemak yang digunakan. Sedangkan untuk acara menonton televisi atau video games yang menjadi hobi anak-anak saat ini sebaiknya dipakai hanya sebagai selingan atau dibatasi kurang dari 2 jam per hari.
Sehingga ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif kepada bayinya untuk mencegah terjadinya obesitas pada masa anak-anak. Asupan energi dan aktivitas fisik anak juga harus seimbang untuk mencapai status gizi yang optimal.
Dengan cara ini diharapkan dapat menekan dampak buruk obesitas pada anak.
Jangan lupa, Anda juga tidak disarankan memberikan makanan atau minuman tiap anak menangis, kecuali kalau yakin anak tersebut lapar.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN