Berikan Daging, Hati Ayam dan Pepaya agar Anak Terhindari dari Anemia

Berikan Daging, Hati Ayam dan Pepaya agar Anak Terhindari dari Anemia

- detikFood
Selasa, 01 Apr 2014 17:06 WIB
Berikan Daging, Hati Ayam dan Pepaya agar Anak Terhindari dari Anemia
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sekitar 3 sampai 5 persen anak-anak mengalami defisiensi zat besi. Hal ini dapat menghambat dan menurunkan perkembangan kognitif serta menurunkan daya tahan tubuh anak. Karena itu asupan zat besi harus dipastikan tercukupi.

Kekurangan zat besi pada anak bisa berakibat kulit terlihat pucat, sering lelah, perkembangan kognitif lambat dan sering sakit. Anak butuh diberikan nutrisi yang baik dan seimbang sesuai dengan tahapan perkembangannya.


Foto: Thinkstock

1. Menyusui

Foto: Thinkstock
ASI merupakan satu-satunya minuman bayi yang mengandung zat besi alami. Agar terhindar dari kekurangan zat besi, Anda harus menyusui anak hingga usianya minimal 1 tahun dan dapat diteruskan hingga 2 tahun atau lebih. Zat besi dari ASI sangat mudah diserap oleh tubuh si kecil dibandingkan dengan zat besi yang ada dalam susu formula. Akan tetapi jika anak sudah lepas ASI atau usianya sudah di atas satu tahun dapat diberikan susu formula untuk menambah asupan zat besi.

1. Menyusui

Foto: Thinkstock
ASI merupakan satu-satunya minuman bayi yang mengandung zat besi alami. Agar terhindar dari kekurangan zat besi, Anda harus menyusui anak hingga usianya minimal 1 tahun dan dapat diteruskan hingga 2 tahun atau lebih. Zat besi dari ASI sangat mudah diserap oleh tubuh si kecil dibandingkan dengan zat besi yang ada dalam susu formula. Akan tetapi jika anak sudah lepas ASI atau usianya sudah di atas satu tahun dapat diberikan susu formula untuk menambah asupan zat besi.

2. Diet seimbang

Foto: Thinkstock
Setelah usianya mencapai 6 bulan, anak dapat diperkenalkan dengan beberapa makanan padat yang mengandung zat besi seperti daging sapi, ayam, telur dan ikan. Selain itu hati ayam juga merupakan protein hewani yang mengandung zat besi tinggi untuk mencegah anemia pada anak dan merupakan sumber protein yang tinggi. Kacang-kacangan dan sayuran hijau juga banyak mengandung zat besi seperti bayam.

2. Diet seimbang

Foto: Thinkstock
Setelah usianya mencapai 6 bulan, anak dapat diperkenalkan dengan beberapa makanan padat yang mengandung zat besi seperti daging sapi, ayam, telur dan ikan. Selain itu hati ayam juga merupakan protein hewani yang mengandung zat besi tinggi untuk mencegah anemia pada anak dan merupakan sumber protein yang tinggi. Kacang-kacangan dan sayuran hijau juga banyak mengandung zat besi seperti bayam.

3. Meningkatkan penyerapan dengan vitamin C

Foto: Thinkstock
Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Anda dapat memberikan anak makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah pepaya, melon, kiwi, tomat, jeruk, brokoli dan juga kentang. Campurkan buah-buahan ini dalam puding atau buat jus. Atau campurkan kentang dan brokoli untuk dibuat sup.

3. Meningkatkan penyerapan dengan vitamin C

Foto: Thinkstock
Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Anda dapat memberikan anak makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah pepaya, melon, kiwi, tomat, jeruk, brokoli dan juga kentang. Campurkan buah-buahan ini dalam puding atau buat jus. Atau campurkan kentang dan brokoli untuk dibuat sup.

4. Pertimbangkan suplemen zat besi

Foto: Thinkstock
Jika Anda melahirkan anak secara prematur atau berat badan rendah yaitu kurang dari 2 Kg. Atau Anda memiliki anak yang sulit makan sehingga asupan zat besinya kurang maka sebaiknya berkonsultasi pada dokter mengenai suplemen zat besi yang diberikan secara oral.

4. Pertimbangkan suplemen zat besi

Foto: Thinkstock
Jika Anda melahirkan anak secara prematur atau berat badan rendah yaitu kurang dari 2 Kg. Atau Anda memiliki anak yang sulit makan sehingga asupan zat besinya kurang maka sebaiknya berkonsultasi pada dokter mengenai suplemen zat besi yang diberikan secara oral.
Halaman 2 dari 10
(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads