Balita Sebaiknya Minum Dua Gelas Susu Setiap Hari

Balita Sebaiknya Minum Dua Gelas Susu Setiap Hari

- detikFood
Rabu, 29 Mei 2013 13:38 WIB
Foto: Womens Forum
Jakarta - Susu penting diberikan pada balita. Karena mereka berada dalam masa pertumbuhan, sehingga perlu mengonsumsi susu untuk proses penguatan tulang. Sayangnya, pemberian susu formula pada balita, sering tidak terkontrol jumlahnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail (29/05/2013), penelitan terbaru menunjukkan, konsumsi dua gelas susu sapi per hari merupakan jumlah ideal bagi balita. Konsumsi yang terlalu sedikit bisa menyebabkan defisiensi atau kekurangan vitamin D. Jika terlalu banyak, bisa menguras jumlah zat besi dalam tubuh.

Sebelumnya, para peneliti mengamati tingkat vitamin D dan zat besi pada 1.300 anak berusia satu sampai lima tahun dari tahun 2008-2010. Pemimpin penelitian, Dr Jonathon Maguire dari Kanada menjelaskan, “Defisiensi vitamin D pada anak berkaitan dengan masalah tulang dan defisiensi zat besi berhubungan dengan anemia dan keterlambatan perkembangan kognitif.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami melakukan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan orang tua seputar asupan susu yang ideal, karena selama ini rekomendasi dari dokter tidak jelas,” ujar Maguire.

Peneliti menemukan, balita yang minum susu sapi dalam jumlah banyak memiliki cadangan vitamin D yang tinggi, namun memiliki cadangan zat besi yang rendah.

Maguire menjelaskan, dua cangkir susu sapi setiap hari cukup untuk mempertahankan tingkat vitamin D dan zat besi yang diperlukan tubuh.

Dalam penelitian, orang tua para balita diminta mengisi kuesioner tentang kebiasaan minum susu anak mereka. Kemudian, sampel darah dari masing-masing balita diambil untuk mengetahui cadangan vitamin D dan zat besi dalam tubuh.

Penelitian juga menemukan, balita yang berkulit lebih gelap memiliki cadangan vitamin D yang lebih sedikit saat musim dingin. Untuk mengatasinya, Magire menyarankan konsumsi suplemen vitamin D yang bisa menjaga cadangan zat besi dalam tubuh. Penelitan ini dipublikasikan online oleh jurnal Pediatrics.

(flo/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads