Gora Warung Pantura: Sedapnya Menu Supir Truk Bergaya Rumahan

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Jumat, 26 Agu 2016 10:30 WIB
Foto: Odilia WS Foto: Odilia WS
Jakarta - Makanan sederhana khas pantai utara Jawa disajikan segar bergaya rumahan. Mangut iwak pe hingga bebek tauco di sini bikin tambah porsi nasi. Sedap!

Nama warung makan ini cukup populer di Tripadvisor dan meraih rating 4.5 dengan 32 review. Hampir semuanya pujian dan kepuasan akan makanannya. Padahal lokasinya di kawasan Wisata Kuliner Kampung Pringwulung atau yang dahulu dikenal sebagai Taman Kuliner Pringwulung.

Menapaki jalan kampung agak berkelok, kamipun tiba di kawasan kuliner yang ditata asri. Warung makan ini menempati bangunan terbuka cukup luas. Nampak asri dengan naungan beragam pohon di halaman.

Meskipun sederhana warung Gora tampak bersih dengan meja kursi kayu bercat putih. Dapur yang terletak di sisi samping terus menerus menebarkan aroma wangi gurih.

Indah Budi Kartikadewi yang akrab disapa Mbak Iin sang pemilik warung tampak sibuk mondar-mandir menyapa tamu. 'Di sini kami menyajikan makanan pantura yang dikenal sebagai makanan para supir truk. Meskipun sederhana tetapi bahannya segar,' tutur Iin yang mulai membuka warung tahun lalu.

Minuman dingin berupa jus lemon dengan biji selasih menjadi pembuka di siang yang terik. Nyatanya tampilan minuman dengan sendok batang serai ini berkelas restoran.

Aroma gurih gorengan akhirnya tersaji di depan kami. Bakwan sayuran, camilan sederhana. Disajikan hangat dengan pelengkap cabai rawit hijau. Renyah dengan jejalan irisan kol, buncis,wortel dan tauge. Makin enak diselingi gigitan cabai rawit.

Dua sajian pembuka sederhana ini sudah mencerminkan kecintaan mbak Iin akan masakan pantura, daerah asalnya. Kemudian semangkuk sayur bening kami pilih untuk mengawali santapan.

Bayam dan jagung manis terendam kuah sedikit keruh. Rasanya segar dengan dominan gurih. Tak seperti sayur bening Jawa Tengah yang lebih terasa manis. Sayur yang ringan rasanya ini cocok mengawali santapan utama yang gurih pedas.

Oseng tempe, masakan khas pantura, disajikan dengan cantik. Warnanya sedikit kemerahan. Harum kecombrang langsung tercium segar. Irisan dadu tempe ditumis dengan tauge dan bumbu cabai dan kecombrang. Wah, gurih pedas!

Pantura dikenal dengan makanan serba gurih dan memakai banyak seafood. Botok atau pepes tahu dan ikan yang disajikan dalam kemasan daun pisang juga juara rasanya. Bumbunya meresap rata dengan tambahan wangi daun pisang.

Sayur Lodeh yang sederhana jadi andalan warung ini. Disajikan dalam mangkuk putih. Kuahnya agak kuning kehijauan. Isian lodeh berupa labu siam, kacang panjang, cabe, labu siam dan pete tampat sedikit lonyot. Menurut Iin ini karena ia mengikuti cara tradisional menyajikan lodeh sehari setelah dimasak agar makin enak.


Wah, terbukti benar. Rasa lodeh gurih pedas dengan kuah santan encer yang meresap dan menyatu. Sajian panturan ini sudah bikin kamu menambah porsi nasi. Diiringi air dalam kendi yang dingin beraroma tanah khas desa. Mantap enaknya!

Menu pantura unik yang lain adalah Bebek Tauco, Irisan kecil daging bebek yang dimasak dengan bawang putih, tauco dan kemangi. Dimasak perlahan hingga lemak bebek lumer menggenang di permukaan.


Rasanya? Gurih sedikit manis dengan aroma tauco yang khas. Kawasan pantura juga dikenal dengan produk tauco yang konon dulu dibawa oleh pedagang China saat berlabuh di kota-kota pelabuhan pantai utara Jawa.

Mangut Iwak Pe yang jadi andalan mbak Iin kami cicipi terakhir. Disajikan dalam wajan aluminium mungil aroma asapnya menguar harum. Potongan ikan pari asap yang didatangkan dari Jawa Tengah tertutup kuah santan kuning kental.


Empuk lembut daging ikan pari asap makin enak dengan paduan cabe dan tomat. Bumbunya terasa medhok, gurih pedas menyengat. Suapan mangut ini makin lengkap diselingi kunyahan kerupuk tengiri yang renyah gurih.

Tak salah jika orang ketagihan mangut iwak pe ini. Pedasnya bikin butiran keringat bermunculan di dahi. Apalagi kami mencocolnya dengan sambal rawit buatan mbak Iin. Dahsyat!

Untungnya ada pilihan Puding Tape yang lembut manis dengan warna hijau segar yang bisa meredam pedas di mulut. Sebagai pembilas, kami mencicipi Kopi Arab. Disajikan dalam gelas espresso dengan batang kayumanis.

'Ini kopi diracik dengan banyak rempah direbus perlahan. Jadi tak seperti kopi umumnya. Rasa rempahnya lebih kuat, apalagi kalau diaduk dengan batang kayumanisnya,' jelas Iin yang selalu menebar senyum.


Meskipun disebut sebagai makanan para supir truk, tetapi Iin berhasil menyajikan dengan tingkatan lebih baik. Sedap, mantap dan tentu bikin kangen. Terutama mereka yang berasal dari pantai Utara Jawa.

Harga makanannya terjangkau, mulai Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000 per porsi. Rempah dan sayuran sebagian besar diambil dari kebun sendiri. Bahan segar tanpa tambahan MSG membuat sajian di warung ini terasa sedap alami. Jadi, kalau bosan dengan gudeg, di sini ada pilihan yang lebih menantang.

Gora Warung Pantura
Wisata Kuliner, Kampung Pringwulung
Nologaten Depok
Yogyakarta
Telepon: 08995076399

(adr/odi)