Taliwang H. Moerad: Pedas Menyengat Ayam Taliwang Legendaris Khas Sasak

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 02 Jun 2016 12:00 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Sajian ayam kampung dari desa Taliwang yang legendaris ini dijamin bikin ketagihan. Gurih empuk dengan sapuan bumbu yang pedas meresap.

Banyak warung ayam taliwang di sepanjang jalan kota Mataram. Kali ini kami penasaran untuk mencicip kelezatan ayam taliwang racikan H. Moerad yang merupakan pelopor ayam taliwang. Memulai usaha tahun 1965, rumah makan H. Moerad kini dilanjutkan oleh generasi kedua yaitu Ibu Hj. Siti Sovia Moerad.

H. Ahmad Moerad, memiliki moto yang diteruskan hingga ke generasi kedua. "Buka rumah makan untuk mencari sahabat, bukan untuk mencari harta, Insya Allah cukup untuk kebutuhan hidup". Kalimat ini tertulis pada buku menunya. Ruang santapnya cukup luas, ada meja-meja panjang serta kursi dan juga tersedia saung buat lesehan. Ditata dengan taman dan kolam serta dilengkapi dengan musholla.

"Ayam taliwang menjadi salah satu yang favorit. Akan tetapi selain itu ada juga sayur lebui, plecing kangkung dan beberuk yang disukai pengunjung," tutur ibu Sovia.

Sebelum menyantap sajian pedas, kami mengganjal perut terlebih dengan tahu goreng (Rp 10.000). Tahu disajikan panas-panas dengan kulit yang renyah dan lembut dibagian dalamnya. Dicocol saus gula merah dengan campuran rawit dan bawang putih halus serta perasan jeruk nipis, rasanya makin enak.
Ayam Plecing (Rp 50.000) disajikan utuh dengan bumbu yang tebal kemerahan. Ada sedikit bintik gosong dan aroma cabainya menggelitik hidung. Ayamnya dibelah dua membujur dan dibentangkan ke luar. Ayam kampung yang dipakai tak lebih dari 3 bulan umurnya.

"Usia tiga bulan dipilih karena menjadi waktu yang paling pas. Kalau kemudaan ukuran ayamnya akan terlalu kecil, tapi jika ketuaan daging ayamnya justru alot," jelas Sovia kepada detikFood (21/05).

Untuk teknik mengolah ayam bakar ini juga khas Taliwang. Ayam dibelah membujur di bagian punggungnya. Kemudian sayapnya dilipat ke arah belakang dengan lipatan terbalik. Setelah itu baru dibentangkan. Ayam dibakar setengah matang. Setelah itu digoreng sebentar dan dibakar lagi di atas bara api arang sambil diolesi bumbu cabai hingga ayam kering permukaannya dan matang.

Saat disobek, tekstur dagingnya juga empuk lembut. Sangat pas dicocol dengan sambal pelapah yang gurih dengan semburat rasa santan. Sambal ini encer dengan rasa gurih pedas. Merupakan sambal khas untuk ayam taliwang. Awalnya kami menduga, sambal pelapah menjadi sumber pedas ayamnya. Tapi ternyata bumbu dari ayamnyalah yang sudah pedas karena memakai cabai kering dan cabai merah Lombok yang terkenal pedas.
Bagi pecinta hidangan pedas, bisa mencocolkan ayam ke sambal terasi. Rasa sambalnya menyengat lidah dengan rasa gurih udang khas terasi lombok yang memang tersohor di daerah ini. Beberok (Rp 3.500) juga enak disantap dengan ayam plus nasi hangat. Terong hijau segar dicacah kemudian dicampur dengan cincangan kacang panjang, bawang merah dan juga tomat. Rasanya renyah dan sangat menyegarkan.

Plecing kangkung racikan H. Moerad terdiri dari rebusan kangkung sawah yang berukuran agak besar, tauge dan kacang panjang. Sayuran diberi topping sambal dan kelapa berbumbu serta kacang tanah goreng. Renyah, gurih dan pedas sedikit asam karena tomat. Nikmat disuap bergantian dengan ayam.

Lidah sudah mulai panas? Coba tenangkan dengan semangkuk sayur lebui (Rp 15.000) yang hangat. Isiannya ada potongan tomat, irisan bawang merah, cabai dan juga lebui atau kacang hitam. Kacang ini merupakan jenis kacang-kacangan yang tumbuh di Lombok. Kuahnya gurih dengan aroma aromatik yang berasal dari daun kemangi dan bunga lawang.
O,ya rumah makan ini sudang mengantongi sertifikat Halal LPPOM MUI. Selain ada di jalan Pelikan, ada juga cabangnya di kawasan Cakra, Pajang dan Karang Bagu. Kalau ke Mataram, wajib mampir ke sini!

Restoran Taliwang H. Moerad
Jl. Pelikan No. 6 Pajang
Mataram Lombok - NTB
Telpon: (0370) 633619 / 0818368832 (lus/odi)