Pondok Betawi Mpo Ani: Aduh Enaknye, Makan Soto Betawi di Tepi Situ Babakan

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Senin, 05 Okt 2015 12:43 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Makan siang di tempat ini selain lidah bisa bergoyang ada suasana yang sejuk. ​Semilir angin dari situ Babakan akan melengkapi santapan ayam goreng hingga soto betawi yang sedap.

Jika ingin menyantap hidangan khas Betawi, Situ Babakan bisa menjadi destinasi yang lengkap. Situ yang merupakan danau buatan ini lumayan ramai pada setiap hari. Dari mulai tempat makan, belajar kesenian Betawi, hingga sekadar memancing.

Karena mendengar beberapa cerita teman, akhirnya kami pun mendatangi kawasan ini. Sambil mengitari jalan Situ Babakan yang panjang, kami akhirnya menemukan Warung Mpo Ani.



Warung ini sederhana saja, letaknya lebih tinggi dari jalanan dengan tangga tinggi menuju ke warungnya. Kesan corak Betawi pun sangat kental di dalam pagar kayu, jendela besar, dan hiasan ondel-ondel. Karena bersebelahan dengan gerai penjual cinderamata Betawi, di warung ini juga terdengar rekaman lagu-lagu almarhum ​Benyamin Sueb yang khas. Belum lagi dengan banyak orang yang sedang belajar kesenian karena warung ini juga dekat dengan sebuah sanggar.

Hanya ada dua tikar besar yang digelar dalam gerai ini. Tak ada kursi dan meja yang biasa dilihat pada restoran. Dalam menu, kami melihat ada beberapa makanan yang menarik. Tadinya kami ingin memesan Sayur Asem dan Selendang Mayang, namun sayang hari itu keduanya tak dibuat.

Akhirnya kami memilih Soto Betawi dan Ayam Goreng yang juga menjadi sajian favorit. Walau saat itu hari masih siang dan cukup panas, angin cukup banyak berembus. Kami pun jadi semakin bersemangat untuk menyantap sepiring Ayam Goreng Betawi (Rp 20.000).



Ayam disajikan di atas piring dengan sambal dan irisan kol. Ayam gorengnya termasuk berukuran kecil, karena terbuat dari ayam ​jantan​. Tampilannya agak berminyak dan ukurannya cukup kecil. Kami pun menikmatinya dengan nasi bertabur bawang goreng yang masih panas.

Ayam ini empuk saat disuwir dengan tangan. Walau tak memakai banyak bumbu, daging ini gurih hingga ke dalam, empuk gurih. Hanya saja, kulit ayamnya sedikit berminyak, hingga membuat bibir agak basah. Sambal yang ikut disajikan tidak pedas karena terbuat dari tomat, namun enak untuk sekadar penambah rasa dan cocolan daging ayam.

Sembari makan ayam goreng, kami juga menikmati Soto Betawi (Rp 20.000) berkuah santan. Dalam semangkuk soto ini, ada irisan daging sapi, kikil, potongan kentang, ​tomat, daun bawang, dan emping. Ketika disajikan, kuahnya masih mengepul dengan aroma gurih khas santan dan daging.



​Hirupan pertama, kuahnya terasa ​gurih santan yang terasa sedikit manis, tidak terlalu pekat.​ Kentangnya empuk, daging dan kikilnya empuk dan kenyal. Teksturnya yang empuk ini mungkin lantaran dimasak dalam potongan kecil-kecil dan waktu yang lama​.​

​Dikucuri air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal, rasanya makin enak. ​Ada gurih pedas, sedikit asam ​dalam kuahnya, Irisan tomat dan taburan emping memberi tekstur renyah yang pas. Semakin sore, angin di Situ Babakan ini pun semakin semilir dan teduh. Kalau ingin bersantap dengan suasana sejuk semilir dan harga terjangkau, di sini tempatnya!



Pondok Betawi Mpo Ani
Situ Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa,
Jakarta Selatan





(tan/odi)