Braga Permai: Bernostalgia Menyantap Lontong Cap Gomeh dan Bitterballen di Maison Bogerijen

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Jumat, 21 Agu 2015 12:00 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Munculnya beragam kuliner baru di Paris van Java tak menyurutkan kuliner legendaris. Karenanya jangan lewatkan menikmati hidangan jadoel di tempat ini. Bisa ngemil bitterballen atau menikmati sup buntut dan lontong cap gomeh yang enak.​ Napak tilas sejarah dan kuliner ini makin asyik!

​Braga Permai​ dulunya bernama Maison Bogerijen ini didirikan sejak tahun 1918. Pembangunan gedung ini bahkan sampai mendapat persetujuan dari Ratu Belanda. Dahulu, Maison Bogerijen adalah tempat sajian glacier (es krim),​ cuisiner (hidangan utama)​, patissier (kue-kue), dan confiseur atau es krim​.​ Pada masa itu ​ mereka sudah memasak dengan​ gas yang disalurkan ​melalui pipa.​

Setelah Indonesia merdeka, restoran ini pun diambil alih oleh pribumi dan penyaluran gas terpusat dihentikan. Namun, gedung ini masih berdiri kokoh sampai sekarang. Hingga kini Anda bisa menyinggahi restoran bersuasana kolonial ini. ​Ada ​berbagai makanan a la Belanda dan Indonesia.

​M​enu di Braga Permai dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Ada Braga Heritage, menu a la Belanda seperti Huzarensla dan Bitter Ballen. Braga Choice, menu favorit para pengunjung, seperti Tenderloin Grill, Lamb Chop, Sop Buntut, dan Lontong Cap Go Meh. Braga Edition, menu modern seperti Lasagna, dan Salmon Gamberoni. Ada juga Chocolatiers, yaitu ragam cokelat, Patissiers, yaitu ragam kue, dan terakhit Boulangers, yaitu Ice Cream, Cocktail, dan Mocktail.

​Sengaja kami memilih ​Sop Buntut (Rp 60.000) dan Lontong Cap Gomeh (Rp 31.000) yang​ jadi favorit pengunjung. Aroma gurih santan tercium saat menu ini disajikan. Isiannya irisan lontong yang disiram sayur gurih. Sayurnya berupa irisan labu​, ​terung, tahu, cabai besar, dan sedikit taburan bawang goreng.

​Tampilan kurang semarak seperti umumnya lontong cap gomeh. Tak ada sambal goreng hati, bubuk kedelai dan kerupuk udang. Hanya tersedia sambal goreng yang lumayan pedas. Jadi lebih mirip seperti lontong sayur karena telurnya juga tak dipindang tetapi telur rebus biasa.​

Sedangkan tampilan sop​ buntutnya lebih menggoda. Kuahnya kecokelatan dengan bercak-bercak minyak yang tipis. Potongan buntut dilengkapi dengan ​irisan daun bawang, tetelan, dan potongan tomat dan kentang. Kuahnya gurih ringan. Daging buntutnya empuk lembut. Sayang sekali aroma rempahnya kurang tajam sehingga tak tercium wangi.​

​Kami tak melewatkan makanan manis untuk pelengkap yang juga terkenal di sini. Apple Pie (Rp 10.000) dan Bitterballen (Rp 23.000). Bitterballen, kroket daging dalam bentuk bola-bola mungil ini disajikan hangat. Berwarna kecokelatan karena lapisan tepung panir.

Rasanya lembut gurih dengan sleingan cincangan daging asap yang wangi. Ada jejak merica dan pala yang sedap. Sedangkan Apple Pie nya dilapisan adonan puff pastry atau blerdeeg yang berlapis-lapis. Olesannya mengkilap kecokelatan. Di dalamnya ada potongan apel dan saus apel yang manis-manis asam dengan aroma wangi kayumanis.

Puas menikmati hidangan, kami pun berkeliling toko. Selain makanan berat, gerai ini juga menyediakan roti, kue-kue pastry dan cake, es krim, hingga wine. Meskipun sebagian besar menunya tak terlalu akrab buat anak muda, namun tempat bersejarah ini perlu disinggahi saat jalan-jalan ke Bandung. Smakkelijk eten!​



Braga Permai Restaurant
Jl. Braga 15 Bandung
Telepon: 022-42337788
www.bragapermai.com
bragapermairesto@gmail.com

(tan/odi)