Saung Purbasari: Menyantap Nasi Liwet dan Sepat Cabe Hijau di Tepi Danau

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Senin, 25 Mei 2015 11:33 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Semilir udara sejuk di kawasan Dusun Bambu ini membuat perut cepat lapar. Apalagi di saung yang menghadap danau ini bisa makan ramai-ramai. Nasi liwet berlauk komplet disajikan hangat lengkap dengan sambal dadaknya. Raos pisan!

Berkunjung ke Dusun Bambu di Bandung Barat ini tak perlu takut kelaparan. Ada lima tempat makan yang bisa disinggahi. Ada kafe Burangrang, Lutung Kasarung, pasar Khatulistiwa dan saung Purbasari.

Lelah berkeliling dusun kamipun memilih mampir ke Saung Purbasari yang terletak di pinggir danau buatan. Rumah-rumah kayu mungil sebagai tempat santap menghadap ke danau sehingga bisa bebas menikmati angin pengunungan yang sejuk. Apalagi dari dalam saung bisa menatap indahnya gunung Burangrang.

Makin asyik lagi karena di saung ini makan bisa sambil lesehan dengan sandaran bantal-bantal. Belum melihat daftar menu sudah terbayang-bayang pais, ikan asin dan nasi liwet bertabur ikan teri goreng.

Menunya berupa paket untuk 6 orang. Tinggal pilih saja nasi liwet, nasi timbel atau nasi putih biasa. Umumnya lauknya tak jauh berbeda. Kami memilih nasi liwet paket (Rp. 150.000). Paket ini sudah lengkap dengan lauk-pauk, sambal dan lalapan.

Ayam goreng, tahu dan tempe bacem, karedok, pepes jamur dan pepes peda, sepat cabai hijau, ayam goreng, rempeyek udang, pete bakar, lalapan segar dan sambal dadak.

Wah, meja panjang di tengah saung inipun langsung penuh sesak oleh makanan. Aroma gurih wangi bercampur segarnya sambal menguap di udara. Sayur asam berkuah kecokelatan yang mengepulpun jadi pembuka santapan.

Kuahnya sedikit pedas, kecut dengan semburat manis. Isiannya labu siam, kacang panjang, jagung dan kacang tanah menambah sedap sayur asam khas Sunda ini.

Rempeyek udangnya renyah sedikit pedas. Sementara pepes jamur merangnya kecokelatan beraroma daun pisang. Irisan cabai, tomat dan sedikit daun kemanginya lekat dengan santannya. Gurih sedikit kenyal.

Pastinya santapan makin mantap dengan cocolan sambal dadak yang pedas-pedas segar karena diberi kucuran air jeruk limau. Yang bikin kami ketagihan justru sepat cabai hijaunya.

Ikan sepat kecil yang digoreng kering ditumis dengan bawang, cabai hijau dan tomat hijau yang dipotong kasar. Krenyes renyah sepat berpadu dengan renyah asam segar dan pedasnya cabai hijau dan tomat. Ikan sederhana ini makin nikmat disuap dengan nasi liwet yang pulen wangi.

Ayam goreng yang garing kecokelatan disajikan panas dengan taburan bawang merah goreng. Empuk gurih dengan resapan bumbu kunyit dan bawang yang wangi. Karedok yang kuat bumbu kencurnya makin enak dinikmati dengan selingan ayam goreng ini.

O,ya kami menambah pesanan dengan gurami goreng yang jadi jagoan saung ini. Gurami ‘terbang’ yang disayat kedua sisi badannya digoreng garing, disajikan dengan sambal kecap rawit. Renyah gurih dan empuk bagian dalam filletnya rasanya pas dicelup saus yang manis pedas.

Pepes jamur merang yang dibungkus daun pisang juga jadi pelengkap suapan nasi liwet kami. Kenyal juicy jamur dipadu dengan gurih santan dan irisan cabai dan tomat serta aroma daun salam yang sedap.

Wah, nasi liwet satu kendilpun tandas dengan iringan lauk yang serba sedap ini. Sengatan pedas sambal dan gurihnya gurami kami bilas dengan es jeruk dan es kelapa yang dingin segar. Usai bersantap Anda masih bisa berfoto dan bersantai sejenak karena saung bisa dipakai hingga 3 jam. Mau mampir?

Saung Purbasari
Dusun Bambu
Jl. Kolonel Masturi Km. 11, Situ Lembang
Bandung Barat
Jawa Barat
Telepon: 022-82782020
Jam Buka: 08.00 – 21.00

(msa/odi)