Jjang Korean Noodle & Grill: Slruup! Gurih Enak Jajangmyeon, Mie Bersaus Hitam Khas Korea

Maya Safira - detikFood Selasa, 03 Mar 2015 13:46 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Korea tak hanya memiliki sajian daging bbq lezat. Beragam olahan mie khas korea yang disajikan tempat ini. Seperti mie lembut dengan saus hitam atau mie kuah hangat bertopping seafood yang gurih pedas.

Dalam acara televisi Korea, kerap kali ditampilkan mie bersaus hitam yang disebut jajangmyeon. Mie dengan cincangan daging itu terlihat begitu nikmat saat disantap. Sebagai penyuka kuliner Korea, kami selalu penasaran. Sayangnya kebanyakan restoran Korea memasak jajangmyeon dengan kaldu daging babi.

Belum lama, teman kami memberi tahu salah satu tempat jajangmyeon yang tidak menyediakan menu babi. Tentu saja kami langsung tertarik mencobanya.

Berlokasi di jalan Wolter Monginsidi, restoran "Jjang" berada di lantai dua. Setelah melewati anak tangga kayu, kami pun melihat pintu kaca bertuliskan "Jjang".

Interior restoran terasa hangat dengan sentuhan Korea. Meja dan bangkunya dari kayu dengan pelitur cokelat muda. Tiap meja dilengkapi dengan piring, bubuk cabai, dan penjepit es. Untuk memberikan kesan Korea, ada gambar buk (drum tradisional Korea) dan ilustrasi makanan Korea warna-warni di salah satu bagian dinding.

Saat melihat buku menunya, restoran ini mengusung kuliner populer Korea. Antara lain pajeon, budae jjigae, japchae, naengmyeon, kimchi bokkeumbap, bibimbap, topokki, kimbab, bulgogi dan bulkalbi. Meski begitu, tertera tulisan "no pork, no lard" di tiap halaman menu. Ini bisa jadi pilihan baru bagi pencinta makanan Korea yang tidak menyantap daging babi.

Setelah memesan makanan, pramusaji memberikan celemek untuk kami. Di tiap celemek terdapat tiga kantung pipih berisi sumpit kuning, sendok dan garpu. Sambil menunggu pesanan datang, kami juga diberikan kimchi sebagai banchan (side dish). Uniknya, kimchi disajikan dalam jar seukuran wadah selai. Saat dicoba, kimchinya renyah dan bercitarasa pedas segar.

Tak perlu lama menunggu, Gamja Salad (Rp 20.000) untuk menu pembuka sudah tiba di meja kami. Terdapat tiga potong lumatan kentang berbentuk kotak yang disajikan dalam piring putih.

Gamja salad diberi taburan peterseli cincang dan butiran kecil dari kuning telur rebus. Bagian dalamnya sendiri berisi cincangan wortel, kacang polong, dan potongan putih telur rebus. Ketika disantap, teksturnya lembut tanpa perlu sulit dikunyah. Rasanya cenderung manis dengan jejak telur cukup kuat.

Kamipun tertarik mencicipi Dak Kang Jhon (Rp 49.000). Ayam asam manis ini tiba di meja dengan keadaan mengepul panas. Tampak potongan ayam goreng tepung diberi saus kental kemerahan. Garnish dari peterseli dan taburan wijen jadi pelengkapnya. Saat peterseli diangkat, terlihat jagung pipil, kacang polong, potongan bawang bombay, dan cabai dalam saus ayam. Aroma gochujang lamat-lamat tercium dari sajian tersebut.

Saus ayam memiliki rasa asam manis cukup kuat dengan sedikit jejak pedas. Seperti tercecap rasa gochujang, bubuk cabai, dan bawang putih pada saus. Rasa asamnya sendiri kami duga berasal dari pemakaian sari nanas.

Adapun tekstur ayam filletnya empuk lembut dengan bagian dalam tepung agak basah. Ayam ini cocok dipadukan bersama saus asam manis. Sedikit mengingatkan kami dengan sajian ayam kuluyuk.

Jajangmyeon (Rp 49.000) dan Champong (Rp 59.000) jadi santapan kami selanjutnya. Kedua sajian datang dalam keadaan mengepul panas. Karena masing-masing hidangan berukuran cukup besar, kami diberikan empat mangkuk kecil untuk berbagi makanan tersebut. Khusus jajangmyeon, pramusaji juga memberikan gunting agar bisa memotong mie jika kepanjangan.

Jajangmyeon terdiri dari mie berwarna kuning pucat yang diberi guyuran saus hitam agak kental. Diatas saus, tampak irisan kulit mentimun, danmuji (acar lobak berwarna kuning) dan kacang polong. Aroma chunjang (pasta hitam kedelai) cukup mengelitik indera penciuman kami. Wah, tak sabar untuk segera mencobanya.

Saus jajangmyeon rasanya gurih dengan sedikit jejak pahit. Tekstur saus pun terasa agak kasar di lidah. Ini merupakan karakter yang muncul karena pemakaian chunjang. Pasta chunjang terbuat dari fermentasi kedelai bersama garam dan tepung.

Di dalam saus terdapat potongan kentang, daging cincang dan bawang bombay. Saat kami mencampurkan seluruh saus dengan mie hingga rata, citarasa jajangmyeon muncul. Sausnya makin terasa gurih sedap. Mie buatan Jjang juga lembut mulur. Sajian ini paling enak dimakan panas-panas. Jangan lupa siapkan tisu untuk menghapus sisa saus hitam dari mulut.

Terakhir, kami mencoba champong yang disajikan panas dalam mangkuk besar. Aroma seafood menguar dari sajian ini. Terlihat pula topping sayuran dan seafood berdesakan di atas mie. Ada cumi, udang, kerang hijau, sedikit daging kepiting, irisan bawang bombay, potongan sawi hijau, jamur, wortel, jamur kuping, jagung muda, kembal kol dan daun bawang. Sangat padat!

Tersedia sendok sayur untuk mengambil mie berkuah cokelat kemerahan ini. Kami pun langsung memindahkannya sedikit ke dalam mangkuk kecil. Saat dicoba, kuahnya terasa gurih dengan dominasi rasa kaldu. Ada juga sengatan pedas dari pemakaian gochugaru (bubuk cabai Korea) pada kuah. Semua seafood dalam kuah terasa empuk lembut. Sayurannya juga bertekstur renyah.

Mie yang digunakan pada champong sama dengan jajangmyeon. Kelembutan mie sangat cocok disantap dengan kuah hangat. Sajian champong dapat dicoba untuk mengatasi cuaca dingin. Hmm.. sedap!

Ingin menyegarkan mulut? Anda bisa mencoba pat bing su. Dessert mirip es campur ini terdiri dari kacang merah, aneka buah dan serutan es. Cocok sebagai penutup yang manis.

Nah, jika mau mencoba makanan Korea populer dengan harga cukup bersahabat, tempat ini bisa jadi tujuan.

Jjang Korean Noodle & Grill
Jl. Wolter Monginsidi No. 39 (Lantai 2)
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 0811278013
Jam buka: 11.00 - 22.00

(msa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com