Soto Triwindu: Menebus Rindu dengan Semangkuk Soto Daging dan Mendol Tempe

- detikFood Jumat, 12 Des 2014 10:51 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Semangkuk soto daging yang sedep miroso menjadi pengobat kangen. Kaldunya bening dengan irisan daging berlapis sedikit lemak. Empuk gurih dilengkapi tauge dan cincangan seledri yang renyah segar. Wah, nikmatnya!

Soto merupakan salah satu sajian yang enak dinikmati sepanjang hari. Buat sarapan hingga makan malam. Dari beragam soto yang ada di Solo, soto Triwindu merupakan soto legendaris yang nyaris tak berubah rasanya.

Dikenal dengan nama soto Triwindu karena lokasinya tak jauh dari pasar barang antic Windujenar yang kini bernama Triwindu. Warung makannya dari kejauhan sudah terlihat. Karena ada banner kuning mencolok dan biasanya di sekitarnya dipadati kendaraan bermotor.

Di banner kuning terdapat foto Hj. Yososumarto, penjaja pertama soto daging ini pada tahun 1939. Konon mereka mengawali usaha dengan pikulan dan berkeliling kampung pada saat itu. Kini sang cucu melanjutkan usaha soto ini.

Di area depan ada pikulan soto yang dilengkapi kuali tanah liat tempat kaldu dan daging terus menerus dipanaskan. Di pikulan inilah soto diracik saat dipesan sehingga masih panas mengepul.

Kini tampilannya lebih bersih dan teratur. Karena meja-meja panjang tempat bersantap dilengkapi dengan etalase berisi aneka lauk pelengkap soto. Seperti perkedel, rempeyek udang, mendol tempe, tahu goreng, tempe goreng, dan tempe goreng tepung.

Di atasnya terdapat kaleng kerupuk dan keripik. Semua lauk dan kerupuk bisa diambil sendiri oleh pengunjung. Karena berupa lemari berpenutup kaca, maka tak ada lalat bersliweran. Lebih rapi dan bersih.

Begitu duduk langsung ditanya berapa mangkuk soto yang mau dipesan. Saat soto diracik, kamipun sibuk memilih lauk pelengkap. Wah, semuanya terliat menggiurkan. Mendol tempe, tempe goreng dan perkedel kentang akhirnya menjadi pilihan.

O,ya kami juga memesan lauk tambahan, yang dilayani di sudut warung. Bisa pilih paru goreng, limpa, usus, yang sudah dibumbui. Jeroan di potong-potong dan disajikan dalam piring kecil.

Hmm..wangi gurih kaldu sapi langsung tercium dari mangkuk putih berisi nasi dan soto daging. Kuahnya bening sedikit kekuningan dengan bercak-bercak kecil minyak. Menandakan daging direbus dengan api kecil dalam waktu lama dengan bumbu bawang yang ringan sehingga rasa kaldunya kuat.

Irisan dagingnya sedikit berlemak, rupanya daging lemusir memang paling cocok buat soto. Renyah tauge dan seledri membuat soto makin mantap. Apalgi setelah diaduk dengan sedikit sambal rawit merah dan kucuran air jeruk nipis. Gurih-gurih pedas enak!

Paru goreng yang renyahpun jadi enak setelah terendam kaldu soto. Mendol tempenya garing luarnya dan gurih di bagian dalam. Memang jodoh yang pas buat soto ini. Juga tempe garit (tempe bungkus daun yang tipis dan dikerat-kerat) pun renyah gurih. Butiran kedelainya terasa renyah gurih dan padat.

Meski porsinya tak terlalu besar, setelah dinikmati dengan mendol, tempe goreng, paru, dan perkedel, soto ini lumayan mengenyangkan. Setelah kenyang, memang paling pas berjalan kaki menuju pasar Triwindu. Jelang siang pasar ini mulai ramai dikunjungi orang.

Tak salah jika setiap kali ke Solo selalu kangen soto daging yang sedep miroso ini. Warisan kuliner yang memuaskan selera dengan harga terjangkau. Semangkuk soto dihargai (Rp.13.000), lauk (Rp.1.500) dan jeroan (Rp.7.500). Monggo pinarak!


Soto Triwindu
Jl. Teuku Umar 43, Keprabon
Solo
Telepon: 0271-646006
Buka: jam 05.30 -15.00

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com