Epilogue: Uniknya Aglio Olio Sambal Roa, Escargot, dan Black Garlic Racikan Chef Sandra

- detikFood Kamis, 01 Jan 2009 07:00 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Di restoran bergaya rumah joglo ini mungkin Anda mengharapkan sajian seperti garang asem atau selat Solo. Ternyata, daftar menunya malah menampilkan hidangan seperti escargot dan foie gras. Inilah yang menjadi keunikan restoran Epilogue di Cipete, Jakarta Selatan.

Dari luar, restoran Epilogue hanya terlihat plangnya. Anda harus masuk agak ke dalam beberapa meter untuk menemukan rumah joglo yang halaman parkirnya kira-kira muat untuk empat mobil ini.

Tanaman rambat tampak membentuk gerbang menuju bangunan dengan eksterior unfinished. Nuansa Jawa terasa sampai ke dalam. Langit-langit yang agak tinggi ditopang pilar-pilar kayu, menaungi sebuah ruangan yang tak begitu luas namun penuh sofa. Pemilihan furnitur dan dekorasinya menimbulkan perasaan nyaman seperti di rumah.

Restoran boleh bergaya Jawa, namun bisa dibilang hampir seluruh hidangannya a la Barat. Selain kategori appetizer, pizza, light meals, fondue, pasta, dan dessert, ada pula beberapa hidangan tradisional Prancis yang mencerminkan latar belakang pendidikan kuliner sang pemilik restoran, Sandra Djohan. Chef lulusan Le Cordon Bleu Paris, Prancis ini juga menyediakan menu khusus perpaduan rempah Timur dan Barat.

Makan siang kali ini kami disuguhi Mama Djoe's Pizza (Rp 95.000). "Djoe (dari Djohan) adalah panggilan saya sewaktu sekolah. Soalnya waktu itu ada yang namanya Sandra juga, jadi untuk membedakan," jelas
Chef ​Sandra.

Kami mengambil satu dari enam potong pizza tipis yang tersaji di piring. Saat digigit, crust pizza yang tertutupi topping terasa empuk sementara pinggirannya renyah​ garing​. "Saya membuat pizza Italia dengan resep baguette Prancis untuk crust-nya," ungkap Sandra tentang rahasia crust pizza-nya yang terasa agak berbeda.

Topping-nya sendiri istimewa karena menggunakan sirloin ​smoked beef​
serta daging ayam panggang yang dilengkapi irisan artichoke dan jamur shiitake. Daun basil dan kemangipun ikut ditaburkan di atas crust sebelum semuanya ditutupi kombinasi tiga macam keju, yakni mozzarella, gruyere, dan parmesan.

Namun, di tengah menikmati rasa gurih, ada rasa pedas yang muncul perlahan namun sukses menghangatkan lidah. Sandrapun mengaku menggunakan cabai rawit yang dimasak dengan teknik sous-vide, sehingga saat cabai dibelah tampak minyak pedas yang kemudian dipercikkan ke atas pizza. Kalau tak suka pedas, saat memesan Anda bisa meminta kadar kepedasannya dikurangi.

Hidangan berikutnya juga bergaya Italia, namun diberi sentuhan lokal. Aglio Epilogue Roa Fish (Rp 93.900) jadi sajian yang disebut-sebut paling dicari di Epilogue. Spaghetti aglio olio yang biasanya tampak simpel jadi berwarna kemerahan karena diaduk dengan sambal roa dari Manado.

Aroma sambal roa yang khaspun tercium saat pasta disajikan panas-panas. Rasa pedas gurihnya juga langsung menyebar di mulut dalam sekali santap. Sandra juga memberikan sentuhan spesial dengan menambahkan black garlic dan sedikit escargot.

Sesekali tampak daun kemangi dan parsley di antara lembaran spaghetti bertabur keju parmesan. Dua iris garlic bread panggang yang renyah menjadi pelengkap sekaligus garnish-nya.

Untuk mendinginkan lidah yang kepanasan setelah menyantap dua hidangan pedas, kami menyeruput mocktail Green Horn (Rp 38.000) yang disajikan di gelas martini. Minuman berwarna hijau dengan garnish daun mint ini terasa unik karena merupakan kombinasi jahe dengan sirop vanili dan apple sourz buatan sendiri. Di lidah, rasa asam manisnya diiringi sensasi hangat dari jahe.

Di tengah acara makan, Sandra menjawab pertanyaan yang tampaknya muncul di benak semua orang yang baru bersantap di sini, yakni mengapa konsep desain restorannya berbeda 180 derajat dengan menunya. Ternyata, sang ayah yakni Robby Djohanlah yang membangunkan rumah joglo tersebut saat Sandra sedang bepergian ke luar negeri.

Sandrapun punya cerita unik tentang furnitur yang ada di Epilogue. Tak lama setelah bangunan restoran jadi, teman-teman sang ayah ingin mencicipi masakan buatan Sandra dengan memesan tempat di restoran tersebut.

Masalahnya, pemesanan dilakukan tiga hari sebelum waktu kedatangan mereka, sedangkan restoran masih kosong perabot. Akhirnya, Sandra memindahkan kursi, sofa, dan meja yang tak terpakai di rumah orang tuanya secara diam-diam ke restoran.

"Furnitur tersebut tidak saya kembalikan sampai sekarang," kenang Sandra sambil tertawa seraya menunjuk sofa dan meja bergaya antik. "Ibu sayapun baru sadar beberapa lama kemudian saat mampir ke sini." Tak heran, restoran ini terasa homy.

Restoran yang beroperasi sejak 2010 ini awalnya didirikan Sandra sebagai workshop. "Orang-orang datang untuk berkonsultasi sebelum membuka restoran, menu apa yang sebaiknya mereka sajikan," kata Sandra.

Kini, meski tak banyak berpromosi, restoran tersebut telah memiliki tempat tersendiri di hati para pelanggannya. Terutama bagi mereka yang menyukai perkawinan hidangan Prancis dan lokal kreasi Sandra.


Epilogue
Jl. Cipete Raya No. 18-19
Jakarta Selatan
Telepon: 021-75902451 / 75902457
Email: Theepiloque.jakarta@gmail.com
Jam buka: Senin-Kamis (10:00-22:00), Jumat-Sabtu (10:00-23:00), Minggu (10:00-21:30)

(dni/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com