Tian Xi: Panas Mengepul Claypot Duck Rice dan Hot Plate Tofu Ikan Asin

- detikFood Jumat, 15 Agu 2014 12:33 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Bebek Peking merupakan andalan resto ini. Namun, selain itu ada lebih dari 100 jenis hidangan lain yang menarik. Seperti masakan gaya slow cooking, claypot rice, dan hotplate. Memang harus menunggu lama karena disajikan panas mengepul!

Resto yang dikelola Red Duck ini cukup kondang dengan bebek Pekingnya. Bisa dipesan utuh, atau dalam potongan dengan berbagai bumbu. Juga ada Herbal Duck yang dipanggang dengan beragam rempah.

Karena ingin mempersegar selera, kami justru mencari sajian lain. Ada 2 buku menu yang disodorkan. Menu yang tipis berisi aneka dim sum, bubur, dan nasi. Sedangkan menu yang tebal berisi aneka hidangan utama.

Selain bebek, ada pilihan olahan ikan, udang, sayuran, nasi, dan tofu. Sengaja kami memilih menu bergaya slow cooking, claypot rice, dan hotplate. Keduanya dimasak dengan waktu lumayan lama dan akan disajikan panas mengepul.

Tak rugi menunggu 30 menit, Claypot Duck Rice disajikan dalam mangkuk tembikar yang panas. Uap gurih harum menguap saat mangkuk dibuka. Nasi kecokelatan diberi topping irisan daging bebek berselingan dengan jamur hioko yang terlihat cantik.

Tentu kami tak bisa langsung menyantap karena benar-benar panas mengepul. Nasipun kami aduk sebagian. Hmm... Rasanya pulen, gurih manis karena siraman saus shoyu dan saus tiram yang jadi bumbunya. Ada tekstur renyah krenyes butiran nasi yang berkerak di pinggir dan dasar claypot. Mirip kamameshi atau nasi liwet.

Irisan daging bebek yang kecokelatan terasa lembut, empuk, dan renyah kulitnya. Ada lapisan tipis lemak di bawah kulitnya. Krenyes meleleh. Irisan jamur hiokonya tebal, empuk, dan juicy. Konon daging bebek bersifat 'mendinginkan' sehingga cocok disantap saat sedang lelah atau stres.

Sementara jamur hioko yang besar, tebal, dan empuk, teksturnya mirip daging. Jamur inipun diyakini punya rasa umami yang sebanding dengan MSG, mampu memberi rasa lezat alami. Terbukti, meskipun perlahan, claypot rice inipun kami tuntaskan.

Suapan claypot rice kami selingi dengan Hot Plate Tofu Ikan Asin. Sajian di atas hotplate ini juga agak lama disiapkan. Tofu yang dipotong segi empat digoreng renyah dan disiram saus kental kecokelatan. Ditaruh dalam piring oval dari besi yang dipanaskan. Karenanya berdesis dan mendidih saat tiba di depan kami. Wah, aroma gurih shoyu pun tercium sedap!

Tekstur tofu-nya lembut mulus di lidah. Sausnya berupa cincangan kecil jamur hioko, daun bawang, dan ikan asin jambal roti. Meskipun demikian rasanya tak terlalu asin. Justru ada tesktur krenyes renyah gurih yang enak. Disuap panas bersama nasi sangatlah sempurna.

Char siu, bumbu BBQ khas Tiongkok juga dimasak sempurna dengan daging ayam. Char Siu Chicken merah oranye dengan taburan biji wijen putih. Saus yang kental tampak melumuri ayam panggang yang sedikit kering kecokelatan.

Kalau biasanya char siu cenderung kering, racikan Tian Xi justru bersaus kental dan lembap. Selain rasa gurih dan sedikit asam juga ada semburat manis yang lamat-lamat. Aroma bumbunya terasa kuat. Ayam merah oranye yang empuk ini cukup dinikmati dengan nasi putih saja sudah enak.

Melengkapi menu tersebut seporsi baby kailan saus tiram kami pesan. Baby kailan yang hijau cantik direndam saus kental kecokelatan dengan sepihan bawang putih. Ditumis dengan tepat, rasa kailan jadi renyah segar, sementara sausnya mulus gurih.

Penyajian yang sedikit lama, waktu menyantap yang juga lama karena harus menanti hidangan hangat justru membuat kami makin nikmat bersantap. Rupanya benar jika dikatakan makanan yang dimasak dengan tepat dan dinikmati perlahan akan memberi kenikmatan lebih. Cocok dengan suasana liburan bukan?


Tian Xi
Food Gallery lt.2
Pondok Indah Mall 2
Jakarta Selatan

(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com