Soto Tangkar & Sate Kuah Aneka Sari Pak H. Diding: Sate Sapi Berendam Kuah yang Gurih Enak

- detikFood Jumat, 10 Jan 2014 13:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sate usus, ati ampela, atau telur puyuh biasa dijadikan pelengkap soto Kudus. Sate dan sop kambing juga biasanya dijual di tempat yang sama namun disajikan terpisah. Namun, pernahkah Anda mendengar atau mencoba sate kuah?

Kami pertama kali tahu dan mencicipi sate kuah Aneka Sari Pak H. Diding di sebuah acara yang menghadirkan gerobak-gerobak jajanan Indonesia. Waktu itu, sate daging sapinya diletakkan di mangkuk styrofoam berisi soto tangkar. Unik!

Suatu hari, saat udara Jakarta dingin karena terus diguyur hujan, kami teringat akan sate kuah tersebut. Kamipun mencari informasi alamat dan nomor telepon kiosnya. Akhirnya, kami memutuskan mampir ke cabangnya di Jembatan Besi, Jakarta Barat.

Karena kiosnya terletak di daerah pemukiman padat, kami harus menghadapi kemacetan dan kacaunya lalu lintas di wilayah tersebut. Setelah sempat tersesat dan bertanya sana-sini, akhirnya sampai juga kami di warung sederhana ini.

Kiosnya yang dicat oranye-putih hanya bisa menampung delapan orang. Kami duduk di kursi plastik tanpa sandaran, menghadap meja panjang yang menempel di dinding. Menunya hanya dua, sate kuah dan soto tangkar. Jadi, si penjual langsung meracik kedua pesanan kami di gerobak yang terletak di depan kios.

Tak lama, pesanan kami datang. Sate kuah (Rp 10.000) dan soto tangkarnya (Rp 10.000) nyaris tak bisa dibedakan karena berkuah sama, hanya berbeda daging. Kali ini, satenya langsung dicampurkan ke kuah tanpa tusuk, lain dengan yang waktu itu saya coba. "Di luar dijual pakai tusuk, biar kelihatan 'sate' dan kuahnya," jelas si penjual.

Kuah santannya yang berwarna oranye terasa gurih ringan dan wangi perasan jeruk nipis. Babat, lemak, dan daging dicampur. Terdapat aroma asap dan bekas bakaran kehitaman pada daging sate kuah yang tak ditemukan pada daging soto tangkar. Potongan tomat, irisan daun bawang, dan taburan bawang merah goreng menjadi pelengkapnya.

Dengan lahap, kami menghabiskan kedua hidangan ini plus nasi putih bertabur bawang merah goreng (Rp 3.000). Porsinya yang tak begitu besar, rasanya yang pas di lidah, serta harganya yang murah membuat kami menambah lagi!

Segelas es teh Medan atau liang teh (Rp 3.000) yang dipesankan dari penjual lainpun menutup acara makan kali ini. Teh herbal berwarna cokelat gelap ini memiliki citarasa khas. Tampaknya rasa manisnya berasal dari gula batu karena wangi.

Meski cabang Jembatan Besi baru dibuka tahun 2005, usaha ini terbilang legendaris karena pusatnya di daerah Kota sudah beroperasi sejak 1960. Sebelum pulang, kamipun mampir dulu ke penjual jajanan pasar di sampingnya sebelum bertemu lagi dengan lalu lintas yang semrawut.


Kedai Soto Tangkar dan Sate Kuah Daging Sapi Aneka Sari Pak H. Diding
Pasar Pagi Lama Los T-28 B&C, Kota
Jakarta Barat
Telepon: 081294595494

Jl. Jembatan Besi Raya (samping Masjid Al-Jahiriyah)
Jakarta Barat
Telepon: 021-6300608
Jam buka: Senin-Sabtu 08:00-20:00, Minggu tutup

Jl. Barito
Jakarta Selatan

Pasar Duta Mas, Jelambar
Jakarta Barat

Jl. Biak (samping Apotek Biak)
Jakarta Pusat


(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com