Apa Sebenarnya Pola Diet Cinderella yang Tengah Viral?

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 02 Mar 2018 14:40 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Populer di Jepang dan trending di Twitter, ini tren Cinderella Diet digemari banyak orang. Apa sebenarnya pola diet ini? Apa pula efek sampingnya?

Tidak berhubungan dengan Disney, Cinderella Diet muncul dari Jepang yang mendorong orang-orang untuk mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh seperti Cinderella. Cinderella dikenal dengan ukuran pinggangnya yang kecil dan tubuhnya ramping.
Apa Sebenarnya Pola Diet Cinderella yang Tengah Viral?Foto: iStock

Dilansir dari Delish (28/18), tren diet ini sempat menjadi trending topic di Twitter dan banyak orang yang tertarik mencobanya. Meskipun, banyak juga yang menyadari bahwa metode ini tidak sehat.

Berat badan diukur melalui tinggi badan dalam ukuran meter dikalikandua, kemudian dikalikan dengan angka 18. Metode ini dianggap tidak sehat karena mengharuskan seseorang memiliki berat badan dibawah indeks masa tubuh atau BMI.

Contohnya jika Anda memiliki tinggi 155cm, berarti perhitungannya: 1,55 X 1,55 X 18 = 43,2. Berarti dengan tinggi 155cm, Anda harus memiliki berat 43,2 kg untuk mendapatkan tubuh seperti Cinderella. Padahal berat badan ideal untuk pria dan wanita dengan tinggi 155cm adalah 50,8 kg.
Apa Sebenarnya Pola Diet Cinderella yang Tengah Viral?Foto: iStock

Diet Cinderella ini memiliki tujuan utama untuk mendapatkan indeks masa tubuh di angka 18, yang masuk dalam kategori kurus. Menurut ahli gizi dari New York, Gina Keatley diet ini tidak realistis.

Baca Juga: Asyiknya! Menikmati Secangkir Teh di Atas Kereta Cinderella

"Ini diet yang tidak realistis dengan ukuran tubuh dan berat badan yang bisa merusak sistem kesehatan Anda. Memiliki berat badan yang kurang, sama buruknya dengan kelebihan berat badan," jelas Gina.

Gina juga menjelaskan bahwa dengan indeks masa tubuh dibawa 18, bisa menyebabkan tekanan pada sistem kardiovaskular yang membuat fungsi jantung dan hati melemah.
Apa Sebenarnya Pola Diet Cinderella yang Tengah Viral?Foto: iStock

Tidak hanya itu, menurut ahli gizi Beth Warren, diet ini juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun dan rentan terserang penyakit. Seperti produksi hormon yang tidak menentu dan kurangnya produksi estrogen yang dapat menyebabkan osteoporosis.

Selain menyerang tubuh, diet ini bisa mengacaukan kesehatan mental dan emosional, menurut ahli gizi Jessica Cording.

"Diet ini juga seakan menerapkan konsep bahwa kurus itu lebih baik." pungkas Gina. Ia juga menyebutkan bahwa kini banyak karakter putri dari Disney yang digambarkan dengan berbagai bentuk tubuh, tinggi, warna kulit, dan keberagaman lainnya, tidak hanya kurus saja.

Baca Juga: Bentuk Bekal Jadi Olaf dan Cinderella Agar Anak Melahap (sob/odi)