Jenis Makanan: Makanan bagi masyarakat Bali sangat erat dengan kehidupan sehari-hari, upacara agama dan adat-istiadat. Istilah yang populer digunakan adalah 'be' yang artinya 'ikan'. Hal ini berkaitan erat dengan kebiasaan orang Bali mengkonsumsi daging ikan sejak dahulu kala. Karena itu mereka memberi tambahan 'be' untuk tiap jenis daging yang lain. Misalnya 'be sampi', untuk daging sapi, 'be siap' untuk daging ayam, 'be celeng' untuk daging babi, 'be tahu' untuk tahu, dan lain-lain. Dengan bahan utama inilah kemudian diracik berbagai jenis lauk, seperti sayuran, hidangan berkuah, hidangan yang dipanggang atau dibakar. Sedangkan sayur-sayuran dibuat 'jukut' atau urap. Jika urap berbumbu kelapa diaduk dengan 'be' dikenal dengan nama 'lawar'. Campuran dan paduan lawar sangat banyak variasinya.
Empat Jenis: Secara garis besar makanan Bali dibedakan menjadi 4 jenis. Sajian atau lauk kering seperti aneka satai dan urutan, lauk dengan kuah sedikit atau 'nyemek' seperti lawar dan brengkes, lauk berkuah banyak seperti garang asam, komoh dan lauk yang dipanggang utuh seperti bebek betutu, ayam betutu, dan be guling (babi dipanggang utuh).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serba Segar: Masakan Bali biasanya diolah dengan bahan-bahan segar dan disajikan segera. Karena itu rasanya juga sangat segar. Pemakaian rempah segar sebenarnya bertujuan agar memberi manfaat bagi tubuh. Kebiasaan mengolah makanan dalam jumlah besarpun bukan masalah karena mereka terbiasa memasak beramai-ramai dalam banjar menjelang upacara keagamaan.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN