Sering Diminum Sehari-hari, 4 Minuman Ini Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Sering Diminum Sehari-hari, 4 Minuman Ini Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 29 Okt 2026 05:00 WIB
Es kopi susu gula aren
Foto: Getty Images/egal
Jakarta -

Kesehatan otak tak hanya dipengaruhi pola tidur dan aktivitas fisik, tetapi juga asupan sehari-hari. Kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu disebut bisa mengganggu kesehatan otak.

Banyak minuman mengandung gula tambahan, kafein berlebih, hingga alkohol yang bisa memengaruhi kesehatan otak jika dikonsumsi berlebihan.

Kebiasaan mengonsumsinya tanpa batas dapat berdampak pada fungsi kognitif, termasuk kemampuan berpikir dan mengingat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Vn Express (23/10) berikut 4 minuman yang perlu dibatasi konsumsinya untuk menjaga kesehatan otak.

1. Minuman Bersoda

Ilustrasi minuman bersodaIlustrasi minuman bersoda Foto: Getty Images/bymuratdeniz

Minuman bersoda mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, tetapi minim nilai gizi. Jika dikonsumsi setiap hari, minuman ini dapat berdampak buruk pada kesehatan metabolisme tubuh.

Gangguan metabolisme tersebut juga berpotensi memengaruhi kesehatan otak. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi agar asupan gula harian tidak berlebihan.

ADVERTISEMENT

Sebagai alternatif, pilih air putih atau teh tanpa gula lebih sering. Kurangi juga tambahan gula pada minuman lain untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

2. Minuman Beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol secara rutin atau berlebihan dapat memengaruhi kesehatan otak. Alkohol bekerja pada sistem saraf dan paparan jangka panjang dikaitkan dengan perubahan struktur otak.

Penelitian menunjukkan, konsumsi alkohol berlebihan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kognitif. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan memproses informasi.

Peneliti dari Tabriz University of Medical Sciences, Iran, menganalisis 17 studi yang melibatkan sekitar 80.000 orang pada 2004.

Konsumsi alkohol lebih dari 30,5 gram per hari dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.

3. Kopi dengan Pemanis Tambahan

Wanita Minum Es Kopi SusuIlustrasi es kopi susu. Foto: Getty Images/Farknot_Architect


Konsumsi 1-2 cangkir kopi hitam sehari tampaknya tidak banyak dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif. Kopi berkafein tanpa gula juga dikaitkan dengan risiko Alzheimer, demensia, dan Parkinson yang lebih rendah.

Namun, penambahan banyak gula, susu kental manis, sirup, atau krimer dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, tambahan gula ini bisa mengurangi manfaat kopi bagi kesehatan.

Karena itu, penikmat kopi disarankan memilih kopi dengan sedikit atau tanpa gula. Cara ini membantu membatasi asupan gula tambahan sekaligus menjaga kebiasaan minum kopi tetap lebih sehat.

4. Minuman Berenergi

Minuman energi umumnya mengandung kafein dan gula. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi untuk sementara, tetapi bukan berarti minuman ini baik untuk kesehatan otak jangka panjang.

Penelitian menemukan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan kemampuan mengendalikan pikiran dan memori kerja. Sementara itu, konsumsi glukosa saja tidak menunjukkan efek yang sama.

Karena itu, minuman energi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan untuk mengatasi kantuk atau menjaga tubuh tetap terjaga. Istirahat yang cukup tetap penting untuk menjaga konsentrasi dan kesehatan tubuh.

Halaman 2 dari 2
(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads