Mangga gampang ditemukan di pasaran saat musimnya seperti sekarang. Buah ini ramai dibicarakan netizen yang mengaku makan mangga hampir setiap hari.
Selain enak dimakan langsung, mangga kerap diolah menjadi jus, smoothie, hingga campuran yoghurt. Tak heran jika buah ini jadi favorit untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Namun, apa yang terjadi pada tubuh jika rutin makan mangga setiap hari? Ahli gizi mengungkap sejumlah manfaatnya, mulai dari menjaga pencernaan hingga mendukung kesehatan metabolisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Real Simple (15/8) ini yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsi mangga setiap hari.
1. Kaya Vitamin dan Nutrisi Penting
Ilustrasi mangga. Foto: Getty Images/Nungning20 |
Mangga bukan hanya buah yang manis dan menyegarkan, tetapi juga mengandung beragam nutrisi penting bagi tubuh. Buah ini kaya vitamin C yang berperan dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen.
Ahli gizi Jamie Lee McIntyre, RDN, menjelaskan bahwa mangga juga mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung fungsi penglihatan normal. Selain itu, mangga mengandung serat, folat, vitamin B6, tembaga, karotenoid, dan polifenol.
Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam mendukung kesehatan jantung, fungsi kognitif, sistem imun, serta pertumbuhan dan perbaikan sel.
2. Bantu Pencernaan dan Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Mengonsumsi mangga setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan buah sekaligus menambah asupan cairan.
Ahli gizi Violeta Morris, RDN, menyebut mangga mengandung sekitar 75-85% air sehingga cocok dinikmati saat cuaca panas.
Kandungan serat dan air pada mangga juga membantu melancarkan pencernaan serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Menurut Morris, kombinasi keduanya mendukung keteraturan buang air besar dan membantu tubuh mempertahankan energi sepanjang hari.
Serat mangga juga dapat memperlambat penyerapan gula sehingga berpotensi membantu mengurangi lonjakan gula darah. Meski demikian, efeknya bergantung pada porsi konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.
3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Metabolisme
Ilustrasi mangga. Foto: Food NDTV |
Manfaat mangga tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan metabolisme dalam jangka panjang jika dikonsumsi secara rutin.
Morris menjelaskan bahwa rasa manis mangga tidak serta-merta membuat buah ini buruk bagi kesehatan.
Ia mengutip penelitian terkontrol secara acak yang melibatkan orang dengan pradiabetes.
Konsumsi mangga setiap hari selama 24 minggu dalam penelitian tersebut dikaitkan dengan perbaikan kontrol gula darah, sensitivitas insulin, dan komposisi tubuh.
Penelitian lain juga menemukan potensi manfaat mangga bagi kesehatan usus berkat kandungan polifenolnya. Salah satu senyawa yang diteliti adalah galotanin, yang memiliki sifat antioksidan dan aktivitas antiinflamasi.
4. Makan Mangga Berlebihan Bisa Picu Keluhan
Meski kaya nutrisi, mangga tetap perlu dikonsumsi dalam porsi wajar karena mengandung gula alami.
Makan terlalu banyak sekaligus berpotensi meningkatkan gula darah dengan cepat atau menimbulkan perut kembung.
Morris menyarankan agar mangga dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat untuk membuat camilan lebih seimbang. Contohnya, mangga dapat disantap bersama yoghurt, keju cottage, atau kacang pistachio.
Jamie Lee McIntyre juga mengingatkan bahwa peningkatan asupan serat secara mendadak dapat mengubah pola buang air besar untuk sementara.
Karena itu, konsumsi sebaiknya dimulai dari porsi yang nyaman dan ditingkatkan secara bertahap.
5. Berapa Banyak Mangga yang Dianjurkan Setiap Hari?
Ilustrasi musim mangga. Foto: Nur Azis/detikJabar |
Bagi kebanyakan orang sehat, mangga dapat dikonsumsi setiap hari selama menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Morris merekomendasikan satu buah mangga kecil atau setengah mangga berukuran besar sebagai pilihan porsi harian. Mangga juga bisa dipadukan dengan makanan lain agar asupan nutrisi lebih beragam.
McIntyre menyarankan mangga potong dimakan bersama keju cottage, campuran mangga dan yoghurt Yunani, atau mangga dengan segenggam kacang pistachio.
Sementara itu, orang yang perlu mengatur asupan karbohidrat sebaiknya memperhatikan ukuran porsinya.
McIntyre menyarankan mangga dipadukan dengan protein atau lemak sehat agar menjadi camilan maupun bagian dari menu makan yang lebih seimbang.
Saksikan Live DetikPagi :




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN