Kopi dapat dikreasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein. Salah satu tren yang ramai dibicarakan adalah proffee, kopi yang dicampur protein, termasuk bubuk protein.
Minuman ini bisa menjadi pilihan praktis bagi orang yang aktif berolahraga atau ingin mengatur pola makan. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar racikannya tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.
Dilansir dari Health (20/10/2026), berikut manfaat hingga panduan mencampur bubuk protein ke dalam kopi.
1. Bantu Penuhi Kebutuhan Protein Harian
Menambahkan bubuk protein ke dalam kopi bisa menjadi cara praktis untuk menambah asupan protein harian.
Tubuh membutuhkan protein untuk menyediakan asam amino yang berperan dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pemulihan jaringan, termasuk otot, tulang, serta kulit.
Kebutuhan protein setiap orang berbeda, bergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Sebagai gambaran, orang dengan berat sekitar 68 kilogram membutuhkan sekitar 17-27 gram asupan protein saat sarapan.
2. Berpotensi Mendukung Performa Olahraga
Protein berperan dalam memperbaiki dan memperkuat otot setelah berolahraga. Orang yang rutin beraktivitas fisik biasanya membutuhkan asupan protein lebih tinggi karena latihan memberi tekanan pada tubuh.
Sementara itu, kafein dalam kopi berpotensi membantu performa olahraga dengan mendukung kontraksi otot dan menunda rasa lelah. Sehingga proffee ini banyak dikonsumsi oleh orang-orang yang sering berolahraga.
Meski begitu, kopi protein bukan pengganti pola makan utama. Kebutuhan protein tetap perlu disesuaikan dengan jenis latihan, intensitas olahraga, dan kondisi tubuh.
3. Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Kopi yang dicampur bubuk protein dapat membantu mengelola rasa lapar. Protein membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk makan dan asupan kalori berlebih bisa berkurang.
Kafein juga bisa membantu menekan nafsu makan melalui pengaruhnya terhadap hormon yang berkaitan dengan rasa lapar. Selain itu, tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mencerna protein dibandingkan lemak dan karbohidrat.
Namun, efeknya tidak otomatis membuat berat badan turun, karena harus tetap diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.
Simak Video "Video BGN: 60 Persen Anak Tak Pernah Lihat Menu Makanan Bergizi Seimbang"
(sob/adr)