Apa Beda Telur dengan Label Cage-Free, Free-Range, dan Pasture-Raised?

Apa Beda Telur dengan Label Cage-Free, Free-Range, dan Pasture-Raised?

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Sabtu, 17 Okt 2026 11:00 WIB
Apa Beda Telur dengan Label
Foto: Getty Images/iStockphoto/bloodstone
Jakarta -

Di swalayan, produk telur kemasan kerap dilengkapi label cage-free, free-range, dan pasture-raised. Lantas, apa beda antara ketiganya?

Dikutip dari Southern Living (4/10/2026), ketiga istilah yang kerap dianggap sama ini sebenarnya memiliki arti berbeda dan biasanya diikuti selisih harga yang cukup signifikan di rak swalayan.

Untuk cage-free, istilah ini diatur oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), yang mendefinisikannya sebagai telur dari ayam yang "dapat bergerak bebas secara vertikal maupun horizontal di dalam kandang tertutup."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

American Egg Board menambahkan, ayam-ayam ini juga memiliki akses ke area mengais tanah, tempat bertengger, dan sarang.

Kondisi ini jauh lebih baik dibanding kandang baterai yang hanya menyediakan ruang sekitar 0.04 meter persegi per ekor ayam, atau kira-kira seukuran selembar kertas.

ADVERTISEMENT

Apa Beda Telur dengan LabelApa Beda Telur dengan Label Foto: Getty Images/iStockphoto/bloodstone

Meski begitu, label cage-free saja tidak menjamin ayam memiliki akses ke luar ruangan.

Istilah free-range juga diatur USDA, tapi dengan syarat tambahan, yakni ayam harus memiliki akses tanpa putus ke area luar ruangan sepanjang masa mereka bertelur.

Sayangnya, dalam praktiknya, area luar ruangan itu bisa saja hanya berupa pekarangan berpagar yang sempit dan padat, sehingga kondisi ayam tidak jauh berbeda dari sistem cage-free.

Berbeda dari dua istilah sebelumnya, pasture-raised tidak diatur USDA sehingga maknanya bisa berbeda-beda antarprodusen.

Apa Beda Telur dengan LabelApa Beda Telur dengan Label Foto: Getty Images/iStockphoto/bloodstone

Umumnya, ayam dibiarkan mencari makan di padang rumput tapi tetap memiliki tempat berteduh di dalam ruangan.

Agar lebih yakin, konsumen disarankan mencari kemasan yang juga mencantumkan segel Certified Humane, yang didirikan Adele Douglass pada 2003 dan hanya diberikan kepada produsen dengan standar kesejahteraan hewan yang ketat, termasuk akses ke area luar ruangan yang luas.

Selain tiga istilah utama tersebut, konsumen juga bisa menemukan label organik, vegetarian-fed, hormone-free, hingga antibiotic-free pada kemasan telur.

American Egg Board mengingatkan, penyebutan "bebas hormon" sebenarnya kurang tepat sebab penggunaan hormon tambahan pada ayam petelur memang sudah dilarang di Amerika Serikat sejak lama.

Begitu pula antibiotic-free, karena sebagian besar ayam petelur memang tidak pernah menerima antibiotik sama sekali, sehingga label ini tak banyak menunjukkan cara ayam dipelihara atau jenis pakannya.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads