×
Ad

Amankah Minum Kopi Tiap Hari untuk Kesehatan Ginjal? Ini Kata Ahli

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Selasa, 29 Sep 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images/lielos
Jakarta -

Minum kopi disebut bisa melindungi ginjal dari penyakit kronis dan batu ginjal, tapi asupan kafein berlebih berisiko menaikkan tekanan darah. Begini kata ahli kesehatan.

Ginjal berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah sekaligus menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Kerusakan organ ini bisa memicu penyakit ginjal kronis (PGK), kondisi penurunan fungsi ginjal yang bisa berujung pada dialisis.

Karena banyak orang mengonsumsi kopi setiap hari, lantas muncul pertanyaan, amankah kebiasaan tersebut bagi ginjal?

Melansir Eating Well (17/8), American Heart Association menyebut orang dewasa sehat dapat mengonsumsi hingga 400 miligram kafein per hari, setara empat cangkir kopi, tanpa dampak negatif.

Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise

"Konsumsi kopi sedang, sekitar 2-3 cangkir per hari, aman bagi sebagian besar penderita PGK dan bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal," ujar ahli gizi ginjal Sara Prato, M.S., RDN, CSR.

Sejumlah penelitian menunjukkan kopi dapat menurunkan risiko PGK.

"Meta-analisis menemukan orang yang minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal," kata ahli gizi ginjal Melanie Betz, M.S., RD, CSR.

Manfaat ini diduga berasal dari senyawa antioksidan dan anti-inflamasi dalam kopi, seperti asam klorogenat dan polifenol, bukan dari kafein semata.

Kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena batu ginjal.

Ilustrasi kopi hitam Foto: Getty Images/dr Barmely

"Kopi meningkatkan volume urine, yang mengencerkan dan membilas mineral pembentuk batu sebelum sempat mengkristal," jelas Prato. Betz menambahkan, kunci utama pencegahannya tetap konsumsi cairan yang cukup.

Namun, di sisi lain, kafein berlebih berpotensi menaikkan tekanan darah, yang lambat laun dapat merusak ginjal karena menyempitkan pembuluh darah menuju organ tersebut.

"Asupan kafein berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, yang langsung berdampak pada ginjal," ujar Betz.

Bagi penderita hipertensi tak terkontrol, Prato menyarankan membatasi kopi berkafein hingga 1-2 cangkir sehari sembari memantau tekanan darah, sebab konsumsi kafein besar sekaligus bisa menaikkan tekanan darah untuk sementara.

Para ahli menyarankan minum kopi hitam tanpa tambahan gula dan krim, sebab keduanya bisa meniadakan manfaat kopi serta menaikkan risiko penyakit jantung dan, pada akhirnya, penyakit ginjal.

Susu rendah lemak bisa jadi alternatif krim. Lalu memilih biji kopi yang dipanggang ringan atau light roast bisa dicoba bagi yang tak suka rasa kopi murni.

Perhatikan pula kandungan kalium, sebab satu cangkir kopi mengandung sekitar 100 miligram, jumlah yang perlu diperhitungkan penderita PGK yang membatasi asupan kalium.

Kesimpulannya, ngopi setiap hari boleh saja dilakukan asal dalam batas wajar, maksimal 400 mg kafein per hari, dan tanpa tambahan gula atau lemak jenuh berlebih.

"Secara keseluruhan, minum kopi bisa menjadi kebiasaan sehat jika dilakukan dalam jumlah wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan masing-masing individu," ujar Prato.

Bagi pemilik hipertensi atau penyakit ginjal, konsultasikan kebiasaan minum kopi dengan tenaga medis agar lebih aman.



Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"

(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork