Pisang dan ubi jalar sama-sama manis dan bergizi, tapi di antara keduanya, mana yang lebih aman menjaga stabilitas gula darah dan mendukung program penurunan berat badan?
Memilih asupan harian yang mengenyangkan sekaligus aman bagi gula darah kerap menjadi tantangan tersendiri. Pisang dan ubi jalar pun sering jadi pilihan utama untuk dikonsumsi berkat kemudahan konsumsi serta nutrisinya.
Keduanya memang lezat dan padat gizi, tapi jika dibandingkan, mana yang sebenarnya lebih unggul untuk kesehatan? Melansir Health (21/9), ubi jalar secara ilmiah dinilai lebih baik untuk mengontrol gula darah dibandingkan pisang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahasianya terletak pada tingginya kandungan serat, protein, dan karbohidrat kompleks di dalam ubi jalar.
Kombinasi nutrisi ini dicerna jauh lebih lambat oleh sistem metabolisme tubuh, sehingga efektif mencegah lonjakan gula darah secara mendadak.
Sebagai perbandingan, satu buah pisang berukuran sedang diketahui mengandung sekitar 11,6 gram gula sederhana (fruktosa dan glukosa).
Sementara itu, satu buah ubi jalar panggang berukuran serupa hanya mengandung sekitar 1,2 gram gula sederhana, menjadikannya opsi yang jauh lebih bersahabat bagi penderita diabetes.
Ubi Jalar Foto: Getty Images/4kodiak |
Tidak hanya unggul dalam menjaga kestabilan glukosa, ubi jalar juga lebih direkomendasikan bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Tingginya kadar serat (3,8 gram) serta protein (2,3 gram) pada ubi jalar mampu memberikan efek kenyang yang lebih lama, menekan keinginan makan berlebih jika dibandingkan dengan efek dari mengonsumsi pisang.
Dari segi mikronutrien, ubi jalar kembali unggul. Berlawanan dengan anggapan umum selama ini, ubi jalar ternyata menyumbang 542 miligram kalium, mengalahkan pisang yang hanya memiliki 422 miligram.
Selain itu, ubi jalar sangat kaya akan vitamin C dan vitamin A (beta-karoten) yang esensial bagi kekebalan tubuh.
Meski begitu, pisang tetap patut diandalkan sebagai sumber folat yang baik serta unggul dari segi kepraktisannya sebagai camilan di perjalanan.
Apabila Anda ingin menikmati keduanya dengan manfaat maksimal, cobalah menyiasatinya dengan cerdas.
Bunch of bananas in a wooden bowl on a table. Foto: Getty Images/bbostjan |
Pilihlah pisang yang belum terlalu matang agar penyerapan gulanya lebih lambat.
Untuk ubi jalar, Anda bisa memasaknya lalu mendinginkannya sejenak guna meningkatkan kadar pati resisten yang sangat baik bagi kesehatan usus.
Kesimpulannya, baik pisang maupun ubi jalar adalah opsi karbohidrat bergizi untuk menu harian. Namun, bila fokus Anda adalah stabilitas gula darah, maka ubi jalar bisa jadi pilihan lebih ideal.

Ubi Jalar Foto: Getty Images/4kodiak
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN