Bagi sebagian orang, memulai hari rasanya belum lengkap tanpa secangkir kopi. Bahkan sebelum diminum, aroma kopi yang baru diseduh saja sudah bisa menarik perhatian.
Aroma khas tersebut berasal dari berbagai senyawa yang terbentuk saat biji kopi dipanggang dan diseduh. Tak heran, wangi kopi juga kerap dikaitkan dengan suasana pagi yang nyaman dan menenangkan.
Menariknya, para ilmuwan ternyata ikut mengamati efek aroma tersebut. Sebuah penelitian kemudian mencoba melihat apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran saat seseorang hanya menghirup aroma kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi dalam jurnal Nutrients menguji efek aroma kopi pada 20 mahasiswa di Jepang. Mereka diminta menghirup aroma kopi yang baru diseduh selama lima menit tanpa meminumnya.
Dikutip dari Medical Express (22/9) berikut penjelasannya:
1. Cara Aroma Kopi Diuji
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise |
Dalam studi ini, peneliti menyeduh 20 gram kopi Sumatra dengan 400 ml air bersuhu 85 derajat Celsius. Kopi dibuat dengan metode saring kertas selama sekitar tiga menit.
Setelah itu, kopi diletakkan sekitar 50 cm dari peserta di dalam ruangan berukuran 3 x 6 meter. Peserta hanya bernapas normal sambil menghirup aromanya selama lima menit.
Mood, aktivitas otak, detak, dan irama jantung diukur sebelum dan sesudah mencium aroma kopi. Hasilnya, detak dan irama jantung peserta tidak mengalami perubahan signifikan.
2. Aroma Kopi Bisa Memengaruhi Suasana Hati
Dalam studi ini, peserta duduk sekitar 50 cm dari kopi yang baru diseduh. Mereka hanya diminta menghirup aromanya selama lima menit tanpa meminum kopi tersebut.
Hasilnya, rasa lelah, tegang, cemas, bingung, dan depresi peserta menurun setelah mencium aroma kopi. Secara umum, suasana hati mereka juga terlihat lebih baik.
Meski begitu, aroma kopi tidak membuat peserta merasa lebih berenergi. Efek yang terlihat lebih berkaitan dengan berkurangnya perasaan negatif.
3. Aktivitas Otak Juga Mengalami Perubahan
Ilustrasi wanita menikmati kopi. Foto: Getty Images/Aum racha |
Peneliti juga melihat aktivitas otak peserta menggunakan alat EEG. Alat ini merekam aktivitas listrik di otak setelah peserta menghirup aroma kopi.
Hasilnya, indeks relaksasi peserta meningkat setelah mencium aroma kopi. Nilainya naik dari sekitar 0,74 menjadi 0,78.
Temuan ini menunjukkan aroma kopi mungkin berkaitan dengan rasa lebih rileks. Namun, perubahan aktivitas otak tidak selalu sejalan dengan perubahan mood peserta.
4. Alasan Aroma Kopi Bisa Menenangkan
Aroma kopi berasal dari ratusan senyawa yang mudah menguap. Senyawa ini terbentuk saat biji kopi dipanggang dan dilepaskan ke udara ketika kopi diseduh.
Saat air panas melewati bubuk kopi, berbagai senyawa aroma ikut terekstrak. Senyawa inilah yang kemudian membuat aroma khas kopi menyebar dan tercium.
Sejumlah studi sebelumnya juga mengaitkan aroma kopi dengan mood, stres, dan aktivitas otak. Karena itu, aroma kopi terus menarik perhatian untuk diteliti lebih lanjut.
5. Perlu Studi Lebih Lanjut
Ilustrasi wanita menikmati kopi. Foto: Getty Images/Farknot_Architect |
Hasil penelitian ini memang menarik, tetapi belum membuktikan aroma kopi sebagai penyebab perubahan mood. Salah satu alasannya, studi ini tidak memiliki kelompok pembanding.
Peneliti juga tidak membandingkan hasilnya dengan orang yang menghirup udara tanpa aroma atau uap air panas. Jadi, belum diketahui apakah efek tersebut memang khusus berasal dari aroma kopi.
Penelitian dengan peserta lebih banyak masih diperlukan untuk memastikan temuan ini. Kelompok pembanding dan aroma lain juga perlu diuji untuk melihat efeknya terhadap mood dan tubuh.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN