Dokter Spesialis Kulit Sepakat Buah Ini adalah yang Terbaik untuk Kulit

Dokter Spesialis Kulit Sepakat Buah Ini adalah yang Terbaik untuk Kulit

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 16 Sep 2026 06:00 WIB
Red cherry tomatoes in a white bowl on linen fabric. Fresh, ripe type of small and round cocktail tomatoes, on the left side still on the vine, from above. Solanum lycopersicum var. cerasiforme. Photo
Foto: Getty Images/PeterHermesFurian
Jakarta -

Makanan punya peranan besar untuk kesehatan kulit. Dokter spesialis kulit (Dermatolog) pun sepakat jika buah ini merupakan salah satu makanan yang paling bagus untuk kulit.

Kulit merupakan bagian tubuh yang perlu dijaga kesehatannya. Sebagai bagian tubuh paling luar, kulit akan lebih awal terkena paparan polusi dan asap yang akhirnya merusak kekencangan kulit, serta memicu berbagai penyakit kulit, seperti jerawat hingga psoriasis.

Selain menjaga dari luar, kesehatan kulit juga ditentukan dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Apa yang dimakan setiap harinya akan memberikan nutrisi dari dalam yang dibutuhkan sel kulit untuk memperbaiki diri, membentuk kolagen, dan menjaga kelembapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai macam makanan mungkin menawarkan nutrisi yang baik untuk kulit. Namun, satu makanan umum yang sering dibicarakan ahli kulit adalah tomat. Tomat mengandung vitamin C yang membantu tubuh memproduksi kolagen.

Kandungan likopen atau pemberi pigmen merah di dalamnya juga telah dipelajari berpotensi membantu melindungi kulit dari beberapa efek paparan sinar ultra-violet.

ADVERTISEMENT

Lantas, hal apa lagi yang membuat tomat menjadi istimewa dan dipilih sebagai makanan yang menyehatkan kulit? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari eatingwell.com (13/9).

1. Tomat mengandung vitamin C untuk produksi kolagen

Tomat diputuskan pengandilan termasuk sayuranKandungan vitamin C dalam tomat bisa membantu produksi kolagen baik untuk kulit. Foto: iStock

Kolagen memberikan struktur dan kekuatan pada kulit. Untuk memproduksi kolagen, tubuh membutuhkan asupan vitamin C. Vitamin C ini membantu enzim melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk kolagen yang stabil.

Satu buah tomat mentah berukuran sedang mengandung sekitar 17 miligram vitamin C atau sekitar 19% dari nilai harian yang direkomendasikan. Jumlah ini termasuk yang cukup, terutama jika dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C lainnya.

Ahli Patrick Tan, MD juga mengungkap jika vitamin C dibutuhkan untuk sekaligus memelihara kolagen yang dapat mendukung integritas struktural kulit. Jadi, konsumsi tomat secara teratur bisa memenuhi kebutuhan vitamin C.

2. Bantu mengurangi efek paparan sinar UV

tomatTomat juga bisa membantu kurangi efek paparan sinar UV. Foto: iStock

Kandungan likopen, pemberi pigmen dalam tomat berpotensi mengurangi kerusakan kulit akibat paparan sinar Ultra Violet.

Penelitian yang disebutkan situs eatingwell.com menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat atau likopen dapat mengurangi beberapa kemerahan kulit terkait paparan sinar UV. Paparan sinar UV ini akan menghasilkan spesies oksigen reaktif, molekul yang dapat merusak sel ketika melebihi kemampuan pertahanan antioksidan tubuh.

Tetapi hal ini bukan berarti tomat akan mencegah paparan sinar matahari atau risiko terkena kanker kulit. Efeknya diketahui berkembang seiring waktu dan harus dilihat sebagai lapisan tambahan ketahanan bukan fungsi utama.

3. Bantu atasi kerusakan kolagen

Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kolagen. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat dan likopen dapat memengaruhi beberapa proses yang terlibat. Likopen dan vitamin C ini menjadi senyawa aktif yang bekerja sinergis sebagai benteng pertahanan kulit.

Namun, penelitian belum membuktikan bahwa mengonsumsi tomat meningkatkan elastisitas kulit atau menghasilkan perubahan nyata pada kerutan atau kekencangan kulit.

4. Cara menikmati tomat

Ilustrasi jus tomatTomat bisa dimakan langsung atau diolah jadi jus. Foto: Getty Images/iStockphoto/burakkarademir

Tomat bisa dinikmati dengan berbagai cara, baik dikonsumsi mentah maupun dimasak. Kedua pilihan tersebut memberikan manfaat nutrisi berbeda.

Memasak dan mengolah tomat dapat membuat likopennya mudah diserap. Sedangkan tomat mentah menyediakan vitamin C yang dapat berkurang ketika dimasak.

Likopen juga diketahui larut dalam lemak, sehingga memadukan tomat dengan sumber lemak makanan, seperti minyak zaitun, bisa membantu tubuh menyerap lebih baik likopen.

Ahli Debra Jaliman, MD merekomendasikan tomat dimasak menjadi pasta yang dibuat dengan minyak zaitun. Untuk membuatnya, kamu perlu merebus tomat dengan minyak zaitun, bawang putih, dan bawang bombai.

Tomat juga bisa diolah menjadi sup tomat dengan menggabungkan tomat dengan bawang bombai, minyak zaitun, dan kaldu. Cocok dimakan begitu saja atau disajikan bersama sandwich untuk makan siang.

5. Cara lain untuk jaga kesehatan kulit

Terlepas dari pentingnya asupan tomat bagi kulit, tiga dokter kulit yang disebutkan Eating Well lebih menekankan pentingnya perlindungan sinar matahari menggunakan sunblock atau tabir surya. Kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan kulit melebihi apa yang dapat diberikan dari satu jenis makanan. Sunblock yang sebaiknya dipilih adalah tahan air dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Berhenti dari kebiasaan merokok juga dapat membantu menjaga kulit. Pasalnya, ahli Jaliman mengidentifikasi jika merokok berkontribusi pada penuaan dini kulit.

Selain itu, kombinasikan tomat dengan asupan makanan lainnya. Tomat bisa dikonsumsi bersama buah dan sayuran lain.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads