Tak hanya buah dan sayuran, beberapa bahan makanan wajib dicuci sebelum diolah. Termasuk alpukat hingga kerang yang kotorannya kerap tak terlihat.
Mencuci bahan makanan sebelum diolah kerap dianggap langkah sepele. Padahal, proses ini penting untuk menyingkirkan bakteri, residu pestisida, dan kotoran yang menempel sejak dari kebun hingga sampai ke dapur.
Sejumlah ahli gizi dan pakar keamanan pangan bahkan menegaskan, ada bahan-bahan yang tetap wajib dicuci meski terlihat sudah bersih atau kulitnya tidak ikut disantap.
Dilansir dari RD (31/08/2026), berikut tujuh makanan yang wajib dicuci sebelum dimasak.
1. Alpukat
Kulit alpukat memang tidak ikut dimakan, tetapi buah ini tetap perlu dicuci sebelum dibelah. Ahli gizi Colene Stoernell menyarankan semua buah berkulit dicuci terlebih dahulu, termasuk yang kulitnya akan dibuang. Permukaan buah dapat membawa bakteri, pestisida, dan kotoran yang menempel selama proses pengemasan hingga pengiriman.
"Cucilah apa pun yang memiliki kulit luar, meski kulitnya tidak untuk dimakan, sebelum Anda memotongnya," jelas Colene Stoernell.
Alpukat di supermarket juga sebagian disentuh banyak orang. Ketika pisau membelah kulit yang kotor, kontaminan dari permukaan berpotensi ikut terbawa ke bagian daging buah. Karenanya, mencuci alpukat sebelum dipotong menjadi langkah sederhana yang sebaiknya tidak dilewatkan.
2. Biji-Bijian Utuh
Meski nantinya biji-bijian ini direbus hingga empuk dan mengembang, beras, quinoa, atau jelai (barley) tetap perlu dibilas lebih dulu.
"Biji-bijian sebaiknya dibilas hingga bersih dengan air dingin sebelum dimasak untuk menghilangkan kelebihan pati, kotoran, dan kuman. Langkah ini juga membuat nasi lebih pulen," ujar pakar pangan, Caitlin Hoff.
Khusus quinoa, setiap butirnya memiliki lapisan saponin alami yang membuat rasanya pahit jika tidak dibilas bersih. Sebagian besar merek produk ini memang mengklaim produknya sudah dicuci lebih dulu, tapi membilas sendiri tetap jadi langkah pencegahan mudah agar quinoa terasa lezat setiap kali dimasak.
3. Melon
Jangan langsung membelah melon meski bagian kulitnya tidak akan disantap. Ahli gizi Lauren Manaker mengatakan banyak orang tidak terpikir untuk membersihkan kulit melon karena hanya memakan bagian dalamnya.
Padahal, bakteri seperti Salmonella dan Listeria dapat berada pada kulit melon. Ketika buah dipotong, pisau berpotensi membawa bakteri dari kulit menuju daging buah yang kemudian dimakan.
"Klien saya sering terkejut saat saya sarankan mencuci melon sebelum memotongnya dan menghindari membeli melon yang sudah dipotong," kata Lauren.
Manaker menyarankan kulit melon dibersihkan secara menyeluruh menggunakan sikat. Ia juga memilih menghindari melon yang sudah dipotong karena tidak dapat memastikan apakah kulit buah telah dibersihkan sebelumnya.
Simak Video "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan"
(yms/adr)