Sering Ngorok Saat Tidur? Coba Perbanyak Konsumsi Makanan Ini

Sering Ngorok Saat Tidur? Coba Perbanyak Konsumsi Makanan Ini

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 13 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Mendengkur / Ngorok
Foto: shutterstock
Jakarta -

Mendengkur tak cuma mengganggu tidur, tapi bisa juga menjadi tanda gangguan pernapasan. Pola makan sehat kaya makanan nabati disebut dapat membantu menurunkan risikonya.

Mendengkur saat tidur memang terdengar sepele, tetapi bisa menjadi tanda gangguan tidur. Salah satunya obstructive sleep apnea (OSA) atau apnea tidur obstruktif.

Kondisi ini terjadi ketika saluran napas menyempit atau tersumbat saat tidur. Akibatnya, napas dapat terhenti berulang kali dan kualitas tidur ikut terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain posisi tidur dan gaya hidup, pola makan juga bisa berpengaruh. Penelitian terbaru melihat kaitan antara pola makan sehat dan risiko OSA yang lebih rendah.

Dikutip dari Healthline (23/2/24) berikut faktanya:

1. Pola Makan Nabati Bantu Kurangi Mendengkur

Pola makan nabatiPola makan nabati Foto: Getty Images/iStockphoto/vaaseenaa


Penelitian terbaru menemukan pola makan nabati sehat berkaitan dengan risiko sleep apnea yang lebih rendah. Kondisi ini kerap ditandai dengkuran keras dan gangguan napas saat tidur.

ADVERTISEMENT

Orang yang banyak makan sayur, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan memiliki risiko OSA 19% lebih rendah. Temuan ini dibandingkan dengan kelompok yang paling sedikit mengonsumsi makanan nabati.

Namun, bukan berarti semua makanan nabati otomatis menyehatkan. Kualitas makanan tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

2. Jangan Asal Pilih Makanan Nabati

Pola makan nabati yang tinggi karbohidrat olahan, minuman manis, serta makanan tinggi gula dan garam justru dikaitkan dengan risiko OSA lebih tinggi. Risikonya 22% lebih besar.

Makanan tersebut dapat memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pembengkakan di area kepala dan leher.

Akibatnya, saluran napas lebih mudah mengalami penyempitan saat tidur. Hal tersebut dapat memperparah dengkuran dan gangguan pernapasan.

3. Kenapa Bisa Berpengaruh pada Dengkuran?

Istri yang terganggu dengan suara dengkuran suaminya.Ilustrasi mendengkur. Foto: thinkstock

Sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang kaya nutrisi serta senyawa antioksidan. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh.

Pola makan sehat juga dapat membantu menjaga berat badan. Pasalnya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sleep apnea.

Selain itu, pola makan nabati sehat berpotensi mengurangi masalah refluks asam. Refluks sendiri diketahui dapat berkaitan dengan tingkat keparahan sleep apnea.

4. Pilih Makanan yang Lebih Bernutrisi

Untuk membantu mengurangi risiko mendengkur, pilih makanan kaya omega-3, magnesium, dan protein tanpa lemak. Buah, sayur, kacang, biji-bijian, dan polong-polongan juga bisa diperbanyak.

Pakar menyarankan tetap mencukupi kebutuhan cairan dan menjalani gaya hidup aktif. Kebiasaan tersebut turut mendukung berat badan serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Perhatikan juga waktu makan sebelum tidur. Hindari makan dalam porsi besar setidaknya dua jam sebelum tidur, terutama makanan berlemak atau tinggi gula.

5. Mendengkur Tak Selalu Cukup Diatasi dengan Diet

ilustrasi tidur mendengkurilustrasi tidur mendengkur Foto: Getty Images/iStockphoto/anon-tae

Pola makan sehat bukan satu-satunya cara untuk membantu mengurangi dengkuran. Tidur menyamping, menggunakan nasal strip, mengatasi alergi, dan menghindari rokok juga bisa dicoba.

Penelitian ini juga belum membuktikan bahwa diet nabati harus dilakukan sepenuhnya. Pola makan sehat secara umum tampaknya menjadi hal yang lebih penting.

Jika dengkuran terjadi terus-menerus dan mengganggu tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda sleep apnea yang membutuhkan penanganan.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Dokter Ungkap Penyebab Anak Alami Obesitas Sentral"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads