Dehidrasi tidak selalu ditandai dengan rasa haus atau bibir kering. Beberapa tanda dehidrasi ada yang tak biasa, seperti bau mulut hingga ngidam makanan manis.
Saat tubuh kekurangan cairan, berbagai organ juga ikut terdampak sehingga memunculkan gejala yang sering kali tidak disadari. Kondisi ini dapat terjadi akibat kurang minum, cuaca panas, olahraga berat, hingga demam.
Jika dibiarkan, dehidrasi berisiko mengganggu fungsi tubuh dan pada kasus berat dapat memicu komplikasi serius. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda dehidrasi sedini mungkin agar kebutuhan cairan tubuh segera terpenuhi. '
Selain rasa haus, ada sejumlah gejala tidak biasa yang bisa menjadi sinyal tubuh sedang kekurangan cairan. Dilansir dari Everyday Health (23/07/2026), berikut lima tanda dehidrasi yang tak biasa.
1. Bau mulut
Bau mulut ternyata bisa menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan. Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan rongga mulut karena mengandung zat yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri.
Saat tubuh mengalami dehidrasi, produksi air liur akan berkurang sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak dan memicu bau tidak sedap.
Profesor Kedokteran di McGovern Medical School UT Health Houston sekaligus ahli jantung senior di Lyndon B. Johnson Hospital, Dr. John Higgins, menjelaskan, "Jika produksi air liur tidak mencukupi, bakteri di dalam mulut dapat berkembang lebih banyak dan salah satu dampaknya adalah bau mulut." Kondisi ini juga menjadi penyebab munculnya bau mulut saat bangun tidur.
2. Kulit kering dan memerah
Banyak orang mengira dehidrasi selalu ditandai tubuh yang berkeringat deras. Padahal, ketika cairan tubuh terus berkurang, kulit justru bisa menjadi kering dan tampak kemerahan.
Menurut Dr. Higgins, dehidrasi juga menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, saat kulit dicubit, permukaannya membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke bentuk semula. Kondisi ini menunjukkan jaringan tubuh kekurangan cairan.
Kulit yang terasa kering, tampak kusam, atau memerah tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi sinyal bahwa tubuh memerlukan asupan cairan lebih banyak agar fungsi kulit tetap terjaga.
3. Kram otot
Kram otot juga dapat menjadi pertanda dehidrasi, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas di cuaca panas. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, mekanisme pendinginan tubuh tidak lagi bekerja optimal sehingga suhu tubuh meningkat.
Kondisi tersebut membuat otot bekerja lebih keras dan berisiko mengalami kejang atau kram. Selain itu, hilangnya elektrolit penting seperti natrium dan kalium turut memengaruhi kontraksi otot.
"Semakin tinggi suhu tubuh, semakin besar kemungkinan mengalami kram otot." ungkap Dr. Higgins. Karena itu, setelah berolahraga disarankan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang agar risiko kram dapat berkurang.
(sob/adr)