Buah dan sayur selalu dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahkan efeknya untuk kesehatan tidak main-main, mulai dari menjaga berat badan hingga panjang umur.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memenuhi anjuran konsumsi tersebut. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar lima porsi buah dan sayuran setiap hari dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Tak hanya membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, kebiasaan sederhana ini juga berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Manfaat kesehatan tersebut bisa diperoleh dari konsumsi buah dan sayuran segar, beku, maupun kalengan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Eating Well (05/07/2026), berikut enam manfaat yang bisa dirasakan tubuh jika rutin mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup setiap hari.
1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi makan sayur Foto: Getty Images/Thai Liang Lim |
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayuran secara rutin berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Menurut ahli gizi Taylor Wallace, Ph.D., bukti paling kuat mengenai manfaat rutin konsumsi buah dan sayuran adalah kemampuannya membantu mencegah penyakit kardiovaskular.
Kandungan serat larut di dalam buah dan sayuran membantu menghambat penyerapan kembali kolesterol di usus sehingga kadar kolesterol darah lebih terkontrol.
Selain itu, vitamin C yang banyak ditemukan pada paprika, jeruk, kiwi, stroberi, dan brokoli berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah serta meningkatkan aliran darah melalui produksi oksida nitrat.
2. Kurangi Risiko Stroke
Ilustrasi stroke Foto: Getty Images/Doucefleur |
Mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko stroke. Salah satu alasannya adalah kandungan kalium yang tinggi pada kelompok pangan ini.
Kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dengan menyeimbangkan efek natrium di dalam tubuh.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki asupan kalium dan natrium sama-sama tinggi tidak mengalami masalah hipertensi karena kedua elektrolit tersebut berada dalam kondisi seimbang." ungkap Taylor Wallace.
Kentang, pisang, alpukat, hingga sayuran hijau menjadi pilihan yang baik karena kaya kalium sekaligus rendah natrium sehingga mendukung kesehatan pembuluh darah.
3. Menjaga Fungsi dan Kesehatan Otak
Paprika Foto: iStock |
Rutin makan buah dan sayuran berwarna-warni juga dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik. Penelitian menemukan bahwa konsumsi lima porsi atau lebih setiap hari berhubungan dengan risiko depresi yang lebih rendah serta membantu menjaga fungsi kognitif.
Jeruk, beri, apel, kiwi, wortel, tomat, mentimun, dan sayuran hijau termasuk pilihan yang memberikan manfaat tersebut. Kandungan vitamin B, vitamin C, karotenoid, polifenol, dan serat diduga berperan menjaga fungsi otak.
Senyawa flavonoid dalam apel, jeruk, pir, paprika, dan seledri juga dipercaya membantu meningkatkan aliran darah ke otak sekaligus melindungi sel saraf dari kerusakan.
4. Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Ilustrasi sayuran hijau Foto: Getty Images/Mariia Skovpen |
Pola makan yang minim buah dan sayuran menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.
Taylor Wallace menyebut sekitar satu dari lima kasus kanker berhubungan dengan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.
"Dalam penelitian berskala besar, orang yang mengonsumsi banyak buah dan sayuran cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami beberapa jenis kanker." jelas Profesor epidemiologi Anne McTiernan .
Bukti paling kuat ditemukan pada kanker mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, payudara, dan paru-paru. Sayuran hijau tua, oranye, serta kelompok cruciferous dinilai memberi perlindungan lebih baik berkat kandungan fitokimianya.
5. Bantu Jaga Berat Badan Ideal
Berat Badan Ideal Foto: Getty Images/Warumpha Pojchananaphasiri |
Buah dan sayuran menjadi pilihan tepat bagi yang ingin menjaga berat badan karena rendah kalori, tetapi tinggi kandungan air dan serat. Barbara Rolls, Ph.D. menjelaskan, "Air memberikan volume dan berat pada makanan tanpa menambah kalori."
Kondisi ini membuat seseorang merasa kenyang lebih lama meski asupan kalorinya tetap terkendali. Serat juga memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
Mengganti sebagian bahan makanan tinggi kalori dengan buah atau sayuran menjadi cara sederhana yang dapat membantu mengontrol berat badan tanpa harus mengurangi porsi makan secara drastis.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN