Latte vs Cappuccino, Ini Perbedaan Rasa, Kalori, dan Kandungan Kafeinnya

Ngopi Yuk!

Latte vs Cappuccino, Ini Perbedaan Rasa, Kalori, dan Kandungan Kafeinnya

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 02 Jul 2026 07:00 WIB
Ini Perbedaan Magic Coffee yang Lagi Hits dengan Cappuccino
Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon
Jakarta -

Latte dan cappuccino sering dianggap sama, padahal kedua racikan kopi susu ini dibuat dengan teknik, bahan, serta memiliki kalori berbeda.

Berbicara tentang kopi susu ada minuman latte dan cappuccino yang keduanya digemari banyak orang. Baik latte maupun cappuccino sama-sama terbuat dari racikan espresso dan susu. Tidak heran jika minuman ini sering kali dianggap sama.

Latte dan cappuccino memiliki tempat khusus dalam budaya kopi. Memilih antara dua minuman ini merupakan preferensi pribadi dan tidak ada perbandingan khusus yang menentukan mana yang lebih enak. Namun kedua minuman ini memiliki perbedaan cukup signifikan perihal komposisi, tekstur, dan rasanya. Selain itu, kandungan kalori dan kafein di kedua minuman ini juga berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja yang membedakan kedua minuman kopi susu ini? Dilansir dari hot-menus.co.uk (3/6/2025), berikut perbedaannya!

ADVERTISEMENT

1. Mengenal latte dan sejarahnya

Ilutrasi ramen latte.Latte merupakan minuman kopi asal Italia yang lebih didominasi dengan susu. Foto: iStock

Istilah latte pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris dalam sebuah esai 'Italian Journeys' di tahun 1867. Istilah ini didefinisikan ulang seiring dengan perkembangan teknologi espresso dan proses penguapan atau steam susu.

Menurut situs nescafe.com (1/7/2026), kopi latte hadir di berbagai coffee shop sejak abad ke-20. Namun, kemungkinan sudah ada sejak abad ke-17 lalu. Kopi ini memang awalnya dari Italia, di mana banyak turis Amerika datang dan merasa kurang cocok dengan tingkat kepahitan kopi yang disajikan di negara tersebut.

Akhirnya susu ditambahkan ke dalam kopi hitam untuk mengurangi dan menyeimbangkan rasa pahit dalam kopi. Selanjutnya, takaran susu dipatenkan dan jadilah minuman kopi latte yang diterima banyak orang.

Dulu, kopi latte juga hanya hadir sebagai breakfast coffee atau booster di pagi hari karena kandungan kopinya yang cukup intens tetapi pas untuk diminum pagi. Namun, sekarang banyak juga yang menikmati kopi latte di siang hingga sore hari.

Untuk racikan latte, kopi ini memiliki perbandingan espresso dan susu sebesar 1:3. 1 takaran espresso dan 3 takaran susu panas atau steamed milk. Lalu ada sedikit lapisan busa atau microfoam tipis sekitar 0.5 di bagian atasnya.

Tekstur susu steamnya juga lebih banyak dan lembut dengan busa tipis yang memberi sentuhan halus. Biasanya minuman ini disajikan dalam gelas lebih besar, sekitar 240-300 ml.

Untuk profil rasa, latte cenderung lebih kental dan lembut. Tambahan espresso berperan sebagai sentuhan rasa pahit bukan menambah cita rasa keseluruhan.

2. Mengenal capppuccino dan sejarahnya

Susu yang tepat untuk meracik cappuccinoCappuccino mengandung susu yang lebih sedikit tetapi foam lebih tebal. Foto: Getty Images/iStockphoto

Dilansir dari ottencoffee.co.id (16/5/2023), cappuccino awalnya disebut dengan singkatan 'little cap'. Diduga lahir dan terinspirasi dari busana biarawan asal Capuchin. Para biarawan tersebut mengenakan jubah dan kerudung berwarna cokelat dengan kepala botak yang tercukur. Dari situlah akhirnya menjadi inspirasi minuman cappuccino.

Cappuccino pun pertama kali muncul di Italia Utara pada tahun 1930-an. Minuman kopi ini terdiri dari racikan 1:1:1 antara espresso, takaran susu kukus (steamed milk), serta bagian busa susu. Busa tebal dan berbuih di bagian atasnya menciptakan tekstur yang kaya dan lembut.

Biasanya minuman ini disajikan dalam cangkir lebih kecil dari latte, berukuran 150-180 ml. Cita rasa espressonya dikenal lebih kuat, memadukan rasa pahit,manis, creamy yang seimbang.

3. Perbedaan utama latte vs cappuccino

cappuccino dengan latte artMeskipun tampilannya sama, latte dan cappuccino punya perbedaan signifikan. Foto: iStock

Latte dan cappuccino memiliki beberapa kesamaan, tetapi perlu diingat kalau keduanya bukanlah minuman kopi yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah susu dalam setiap minuman dan bagaimana pengolahan susunya, misalnya apakah susu steam atau susu foam.

Cappuccino umumnya lebih berbusa dan ringan. Busa tebal yang mengapung di permukaan kopi memberikan sensasi lembut dan creamy di mulut. Sedangkan latte punya tekstur lembut dan halus dengan susu steamed yang dituangkan langsung ke dalam espresso. Busa tipis di atasnya memberikan tekstur ringan dan berongga.

Latte disiapkan dengan cara menuangkan satu shot espresso dan susu steam ke dalam cangkir besar. Busa latte art hanya diletakkan di atasnya untuk menambah tekstur. Sedangkan cappuccino dibuat dengan menuangkan satu shot espresso diikuti lapisan susu steam yang dibuat terus menerus sampai mencapai suhu 60 derajat celcius.

4. Perbandingan kalori dan kafein

Jika membandingkan latte dengan cappuccino, cappuccino disebut-sebut punya kandungan kalori lebih sedikit, sekitar 80-120 kalori dalam satu gelasnya atau sekitar 240 ml. Namun, kandungan kalori tersebut sangat bergantung pada jenis susu yang digunakan serta penambahan pemanis.

Di sisi lain, latte memiliki kandungan kalori lebih besar, sekitar 130-170 kalori per gelasnya (240 ml). Hal ini disebabkan karena kandungan susunya lebih banyak, sehingga memengaruhi kalorinya. Tetapi lagi-lagi, jumlah tersebut bisa berubah sesuai dengan susu apa yang digunakan dan apakah ditambah gula atau sirup perasa lainnya.

Untuk kandungan kafein, keduanya hampir sama karena sama-sama menggunakan satu shot espresso yang kurang lebih mengandung 60-70 mg kafein.

Secara umum, cappuccino lebih sehat daripada latte karena mengandung lebih sedikit kalori dan lemak berkat susu yang lebih rendah. Meskipun begitu, faktor lain bisa memengaruhi jumlah kalorinya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads