Makan Daging Tiap Hari Boleh Saja, Asalkan Terapkan 4 Cara Sehat Ini

Makan Daging Tiap Hari Boleh Saja, Asalkan Terapkan 4 Cara Sehat Ini

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 06 Jun 2026 05:00 WIB
Beef and vegetables for the preparation of French pot-au-feu
Foto: Getty Images/iStockphoto/philipimage
Jakarta -

Makan daging setiap hari tak selalu buruk bagi kesehatan. Namun kamu perlu memerhatikan beberapa hal agar daging tetap jadi bagian asupan bergizi seimbang.

Daging masih menjadi salah satu sumber protein favorit banyak orang. Selain mengenyangkan, daging juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B12, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Menurut ahli gizi Natalie Rizzo yang makan daging setiap hari, daging masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Kuncinya terletak pada jenis daging yang dipilih, metode pengolahannya, serta makanan pendamping yang dikonsumsi bersama daging tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Today, (2/6/2026), ada beberapa cara menikmati daging dengan cara yang lebih sehat. Tipsnya cukup mudah untuk dipraktikkan di rumah.

ADVERTISEMENT

Berikut ini 4 cara lebih sehat untuk mengonsumsi daging:

Harga daging sapi segar di pasar tradisional DKI Jakarta stabil tinggi di angka Rp 120.000/kg. Jelang Lebaran kali ini, harga daging akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat pasokan berkurang sedangkan permintaan yang masih tinggi. Seorang pembeli memilih daging di Pasar Tradisional Majestik, Jakarta Selatan, Selasa (30/06/2015). Harga Daging sapi di tingkat pedagang di Pasar Tradisonal Majestik, Jakarta, bertahan Rp120 ribu per kilogram (kg). Rengga Sancaya/detikcom.Jika konsumsi daging secara rutin disarankan untuk memilih bagian yang rendah lemak. Foto: Rengga Sancaya

1. Pilih Bagian Rendah Lemak

Tidak semua jenis daging memiliki kandungan lemak yang sama. Orang yang rutin mengonsumsi daging, sebaiknya lebih sering memilih daging tanpa lemak atau lean meat.

Rizzo merekomendasikan unggas seperti ayam dan kalkun, serta ikan sebagai pilihan utama. Jenis protein hewani ini tetap kaya protein, vitamin, dan mineral, tetapi umumnya mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan daging merah.

Untuk daging ayam, bagian dada tanpa kulit menjadi pilihan yang lebih sehat karena kandungan lemaknya lebih rendah. Sementara pada daging sapi, pilihlah potongan yang minim marbling atau lemak yang terlihat jelas.

2. Batasi Asupan Daging Merah

Daging merah seperti sapi, kambing, dan domba memang kaya zat besi dan protein. Namun, konsumsi berlebihan dikaitkan dengan peningkatan asupan lemak jenuh yang dapat berdampak pada kadar kolesterol dalam darah.

Rizzo menyarankan untuk membatasi konsumsi daging merah sekitar satu porsi per minggu. Meski bukan rekomendasi resmi, ia menilai pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh secara keseluruhan.

Penting pula untuk mengurangi konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, ham, atau kornet. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa daging olahan umumnya mengandung lebih banyak garam dan lemak, sehingga lebih baik dikonsumsi sesekali saja.

3. Perhatikan Cara Masak

Banyak orang fokus pada jenis daging yang dikonsumsi, tetapi melupakan cara pengolahannya. Padahal, metode memasak juga berpengaruh besar terhadap kualitas gizi makanan.

Rizzo menyarankan penggunaan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak alpukat jika diperlukan sebagai tambahan lemak saat memasak. Selain itu, teknik memasak dengan sedikit minyak umumnya lebih disarankan.

Cara memasak bersuhu rendah seperti merebus, mengukus, membuat semur, atau memanggang perlahan juga lebih baik. Saat daging dibakar pada suhu sangat tinggi hingga menghasilkan bagian yang hangus, dapat terbentuk senyawa yang berpotensi bersifat karsinogenik.

Ilustrasi salad sayurPerhatikan juga asupan serat pendamping seperti sayur atau protein nabati. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

4. Lengkapi Asupan Nabati

Kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan daging sebagai pusat makanan, sementara sayuran hanya menjadi pelengkap dalam jumlah kecil. Padahal, para ahli gizi menyarankan agar piring makan justru didominasi oleh bahan pangan nabati.

Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta legum mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang tidak ditemukan dalam jumlah besar pada daging. Kehadiran makanan nabati ini membantu menyeimbangkan pola makan.

Bagi yang ingin mulai mengurangi konsumsi daging, Rizzo menyarankan kurangi porsi daging dan menambahkan sumber protein nabati seperti tempe, tahu, kacang merah. Bahkan, mencoba satu hingga beberapa hari tanpa daging setiap minggu bisa menjadi langkah untuk menciptakan pola makan yang lebih sehat.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads