Sering Kalap Ngemil saat Stres? Coba Strategi Makan Sehat Ini

Sering Kalap Ngemil saat Stres? Coba Strategi Makan Sehat Ini

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Rabu, 03 Jun 2026 06:00 WIB
Woman eating too much fast food like burgers, fried chicken, donuts, and sweets, showing signs of binge eating and emotional stress with unhealthy food habits
Foto: Getty Images/Doucefleur
Jakarta -

Banyak orang memilih makanan manis atau junk food saat sedang stres. Namun, ahli gizi menyebut ada strategi sederhana yang bisa membantu seseorang tetap makan sehat di kondisi tersebut.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa stres dapat memengaruhi cara seseorang memilih makanan, sehingga lebih mudah tergoda pada makanan tinggi gula, lemak, atau kalori.

Para peneliti juga menemukan strategi sederhana yang dapat membantu seseorang tetap makan sehat di tengah tekanan, dengan menerapkan metode yang disebut precommitment yaitu cara mengatur pilihan makanan sejak awal sebelum rasa lapar, stres, atau keinginan makan tertentu muncul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Metode ini dapat membantu seseorang untuk mengurangi makanan yang kurang sehat saat sedang tertekan atau kelelahan. Konsep tersebut dibahas dalam penelitian kecil yang dipublikasikan di jurnal Psychoneuroendocrinology.

JunkfoodJunkfood Foto: Shutterstock

Dilansir dari Women's Health (02/06/2026), penelitian ini melibatkan 29 mahasiswa yang mengikuti dua sesi eksperimen dengan jarak sekitar 16 hari. Di awal penelitian, peserta diminta menilai 285 jenis makanan berdasarkan tingkat kesehatan, rasa, dan seberapa menggoda makanan tersebut menurut mereka. Peneliti juga mengumpulkan informasi tentang kebiasaan makan, kemampuan mengontrol pola makan, hingga kecenderungan impulsif peserta.

ADVERTISEMENT

Dari data tersebut, peneliti membuat 96 pasangan makanan untuk tiap peserta. Dalam setiap pasangan, terdapat satu makanan yang dianggap lebih sehat tetapi kurang enak, dan satu lagi dianggap lebih enak tetapi kurang sehat.

Peserta kemudian menjalani dua eksperimen berbeda untuk mensimulasikan kondisi santai dan stres. Pada kondisi santai, peserta merendam tangan di air hangat sambil melakukan tugas menghitung tanpa tekanan.

Sementara pada kondisi stres, peserta diminta bergantian merendam tangan di air dingin dan mengerjakan tes matematika di bawah tekanan.

Young girl on dieting for good health concept. Close up female using hand reject junk food by pushing out her favorite fried chicken and choosing red apple and salad for good health.Menu junk food tak sehat. Foto: Getty Images/Kiwis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih sering memilih makanan yang dianggap lezat meski kurang sehat. Kecenderungan tersebut semakin kuat ketika mereka berada dalam kondisi stres.

Namun, hasil berbeda terlihat ketika peserta diberi kesempatan untuk menghilangkan pilihan makanan yang kurang sehat sejak awal menggunakan konsep precommitment. Dalam situasi ini, pengaruh stres terhadap pilihan makanan menjadi lebih kecil.

Sehingga strategi precommitment ini dinilai cukup efektif untuk mencegah orang-orang makan tidak sehat saat stres. Karena strategi ini mengacu pada kebiasaan seseorang membuat keputusan terkait makanan sebelum rasa lapar, stres, atau keinginan makan muncul.

Contohnya adalah tidak membeli kue atau camilan manis saat berbelanja sehingga makanan tersebut tidak tersedia di rumah ketika keinginan untuk ngemil datang.

Peneliti menyebut temuan ini penting untuk membantu menciptakan strategi makan sehat, terutama di lingkungan yang memicu stres. Ahli gizi sekaligus penulis The Small Change Diet, Keri Gans, menjelaskan bahwa precommitment berarti membuat keputusan soal makanan sebelum rasa lapar atau stres muncul.

"Dalam pola makan, precommitment bisa berarti membuat keputusan makanan sebelum stres, lapar, atau craving muncul," jelas Gans.

Ahli gizi Jessica Cording juga mengatakan bahwa strategi ini membantu mengurangi decision fatiguex atau kelelahan dalam mengambil keputusan saat seseorang sedang sibuk atau stres.


Meski begitu, Cording mengingatkan agar tetap realistis dalam memilih makanan sehat. Menurutnya, banyak orang memilih makanan yang dianggap sehat tetapi sebenarnya tidak mereka sukai sehingga lebih sulit dijalani dalam jangka panjang.




(sob/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads