Probiotik berperan penting untuk kesehatan usus. Nutrisi ini bisa ditemukan di banyak makanan. Contohnya 5 makanan ini yang probiotiknya lebih tinggi dari yogurt!
Probiotik merupakan mikroorganisme atau dikenal sebagai bakteri baik dalam tubuh manusia. Jenis bakter ini menawarkan manfaat sehat.
Probiotik menyebar di berbagai area tubuh, seperti mulut, bibir, hingga saluran pencernaan, khususnya usus. Namun memang paling banyak berada di usus. Itu sebabnya, bakteri baik dikenal punya manfaat penting untuk kesehatan usus dan saluran pencernaan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada banyak cara untuk mendukung kesehatan mikrobioma usus, termasuk mengonsumsi makanan anti-inflamasi dan tinggi serat. Namun, jika ingin meningkatkan vitalitas mikrobioma, cara paling tepat yaitu dengan memasukkan probiotik dalam bentuk makanan ke dalam tubuh.
Berbagai macam makanan dikenal mengandung probiotik baik. Paling umum adalah yogurt dengan kandungan 1 hingga 100 juta unit CFU per gram. Namun, para ahli mengungkap jika ada lebih banyak jenis makanan yang kandungan probiotiknya lebih tinggi daripada makanan fermentasi tersebut.
Dilansir dari Real Simple (24/10/2025), berikut 5 makanan dengan kandungan probiotik lebih tinggi dari yogurt.
1. Kimchi
Kandungan probiotik dalam kimchi disebut-sebut jauh lebih tinggi dibandingkan yogurt. Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak |
Kimchi merupakan olahan fermentasi sayuran yang kaya akan probiotik. Terkandung 10 juta hingga 10 milliar CFU ( Colony Forming Units) atau Unit Pembentuk Koloni per gramnya. Ahli gizi Jennifer Wagner, RDM, LDN mengungkap jika sedikit saja jumlah kimchi sudah banyak mengandung bakteri baik untuk usus.
Ahli Kalloo juga menjelaskan jika kimchi mengandung probiotik bersama dengan antioksidan dan nutrisi, seperti vitamin C dan A, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk usus, tetapi bisa juga untuk mendukung kekebalan tubuh serta mata.
Rasa kimchi yang gurih, pedas, asam, manis ini juga cocok dipadukan dengan banyak hidangan. Bisa dimakan bersama nasi bahkan dijadikan topping dalam salad atau mie.
2. Kombucha
Minum kombucha bisa menyehatkan usus serta menawarkan antioksidan baik. Foto: iStock |
Selain kimchi, ada juga kombucha yang disarankan untuk dikonsumsi. Kombucha merupakan minuman teh yang difermentasi menggunakan kultur simbiosis antara bakteri dan ragi yang disebut SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast). Proses tersebut menghasilkan minuman asam menyegarkan, sedikit berkarbonasi, tetapi kaya akan probiotik, antioksidan, dan vitamin.
Kandungan CFU probiotiknya pun sebanyak 1 hingga 10 juta per mililiter.
Ahli Ansari menjelaskan jika ada mikroba bermanfaat dalam kombucha. Tetapi sangat bervariasi tergantung pada cara penyimpanan dan penyajiannya. Kombucha pun rendah gula sehingga menjadi pilihan baik untuk dimasukkan ke rutinitas harian.
3. Miso
Pasta miso juga mengandung probiotik tinggi daripada yogurt. Foto: iStock |
Banyak orang mungkin lebih mengenal sup miso yang biasa disajikan dengan tambahan tofu dan wakame atau rumput laut kering. Namun, salah satu bahan dasarnya adalah pasta miso atau pasta hasil fermentasi kacang kedelai, garam, dan koji, yaitu kapang Aspergillus oryzae.
Proses fermentasi ini menghasilkan pasta denga cita rasa gurih umami yang kaya dengan sedikit sentuhan manis.
Dalam proses fermentasinya, miso kaya akan probiotik yang mendukung pencernaan. Pasta miso mengandung probiotik 1 hingga 10 juta CFU per gramnya.
Miso juga merupakan sumber mineral baik, seperti mangan dan seng. Artinya, miso juga dapat mendukung kesehatan tulang, gigi, dan kekebalan tubuh.
Sedikit saja konsumsi pasta miso sudah cukup. Bumbu ini memang lebih baik dikonsumsi dalam jumlah sedang karena rasanya cukup asin. Pasta ini dapat digunakan untuk membuat sup hingga saus.
4. Natto
Meskipun tidak sepopuler yogurt, natto juga menjadi makanan probiotik yang direkomendasikan ahli. Pasalnya makanan ini mengandung probiotik hingga 10 miliar CFU per gramnya.
Makanan tradisional Jepang ini terbuat dari fermentasi biji kedelai dengan bakteri Bacillus Subtilis. Ciri khasnya punya tekstur yang sangat lengket, berlendir, serta aroma menyengat. Oleh karena itu, tidak banyak orang menyukainya.
Terlepas dari tekstur dan aromanya, natto sangat bermanfaat karena kandungan probiotik lebih tinggi daripada yogurt. Produk kedelai fermentasi ini kaya akan protein, mikronutrien, dan antioskidan.
Natto bisa dimakan utuh begitu saja atau dicampur bersama nasi, sayuran, telur, dan lain sebagainya.
5. Kefir
Kefir mengandung 10 hingga 100 juta CFU (Colony Forming Units) probiotik per mililiternya. Minuman ini terbuat dari biji kefir, kombinasi bakteri asam laktat dan ragi yang kaya akan probiotk. Kefir umumnya punya konsistensi lebih cari dibandingkan yogurt. Rasanya juga lebih tajam dan bersoda karena aktivitas probiotiknya lebih tinggi.
Selain kandungan probiotik tinggi, minuman ini juga berpotensi menurunkan kadar kolesterol serta memiliki sifat anti inflamasi.
Sebagai sebuah produk susu fermentasi, kefir juga menawarkan banyak nutrisi yang sama, seperti keju cottage terutama dalam mendukung kesehatan tulang dan metabolisme.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN