5 Manfaat Minum Minyak Zaitun Sebelum Sarapan, Benar Bikin Sehat?

5 Manfaat Minum Minyak Zaitun Sebelum Sarapan, Benar Bikin Sehat?

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 06 Mei 2026 06:00 WIB
Front view of an olive oil bottle surrounded by green olives and a olive wooden cutting board with more green olives, olive branches and a withe bowl filled with three green olives and olive oil on top. Low key DSLR photo taken with Canon EOS 6D Mark II and Canon EF 24-105 mm f/4L
Foto: Getty Images/carlosgaw
Jakarta -

Tren minum minyak zaitun sebelum sarapan disebut-sebut berkhasiat bagi tubuh. Namun benarkah bermanfaat dan tanpa efek samping? Ini kata ahli.

Belakangan ini kebiasaan mengonsumsi satu sendok teh minyak zaitun sebelum sarapan menjadi populer. Praktik ini dipercaya mampu memberikan berbagai manfaat, mulai dari memperlancar pencernaan hingga meningkatkan kesehatan jantung.

Minyak zaitun sendiri dikenal sebagai salah satu sumber lemak sehat terbaik, terutama dalam pola makan Mediterania. Konsumsinya dikaitkan dengan umur panjang dan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan antioksidan serta lemak tak jenuh tunggal di dalamnya menjadi alasan utama mengapa bahan alami ini sering disebut sebagai "superfood". Namun apakah benar mengonsumsinya sebelum sarapan bisa menyehatkan tubuh?

ADVERTISEMENT

Berikut ini 5 khasiat minum minyak zaitun sebelum sarapan dilansir dari InYourArea:

Bottle pouring virgin olive oil in a bowl close upKonsumsi minyak zaitun sebelum sarapan dipercaya dapat membantu melancarkan pencernaan. Foto: iStock

1. Melancarkan Pencernaan

Salah satu alasan utama orang mengonsumsi minyak zaitun sebelum sarapan adalah untuk mendukung sistem pencernaan. Minyak zaitun mengandung lemak sehat, terutama asam oleat, yang dapat membantu melumasi saluran pencernaan.

Efek ini membuat proses buang air besar menjadi lebih mudah, terutama bagi mereka yang mengalami sembelit ringan. Beberapa laporan kesehatan menyebutkan minyak zaitun memiliki efek seperti pencahar alami yang lembut.

Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif di dalamnya berperan dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus. Hal ini penting karena kesehatan usus berkaitan erat dengan sistem imun dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Minyak zaitun dikenal sebagai bagian penting dari pola makan Mediterania yang terkenal menyehatkan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, hingga peradangan kronis.

Kandungan lemak tak jenuh tunggal di dalamnya membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Mengonsumsi minyak zaitun di pagi hari diyakini dapat memberikan "start" yang baik bagi metabolisme tubuh.

Lemak sehat ini membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan, terutama jika dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat memperbaiki profil gula darah dan lipid setelah makan.

3. Sumber Antioksidan dan Antiinflamasi

Minyak zaitun, terutama jenis extra virgin, kaya akan senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan dan antiinflamasi di dalam tubuh berperan dalam penuaan dan berbagai penyakit kronis. Sifat anti-inflamasi minyak zaitun juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit seperti arthritis, penyakit jantung, dan bahkan beberapa jenis kanker.

Dalam jangka panjang, konsumsi rutin minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat berbagai penyakit kronis. Namun, penting untuk memilih jenis minyak zaitun yang tepat seperti extra virgin olive oil.

Minyak zaitunKonon satu sendok minyak zaitun sebelum sarapan juga bisa membantu mengendalikan berat badan. Foto: iStock

4. Mengendalikan Berat Badan

Beberapa klaim menyebutkan bahwa minum minyak zaitun sebelum sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dikaitkan dengan kemampuannya memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan makan berlebihan di siang hari.

Secara ilmiah, lemak sehat memang dapat meningkatkan rasa kenyang. Namun, bukan berarti minyak zaitun secara langsung menyebabkan penurunan berat badan.

Sebaliknya, karena kandungan kalorinya cukup tinggi, konsumsi berlebihan justru dapat menambah asupan energi harian. Para pakar kesehatan menyebut manfaatnya lebih optimal jika menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan konsumsi tunggal.

5. Efek Sampingnya

Meskipun banyak klaim tentang manfaat minum minyak zaitun saat perut kosong, penelitian menunjukkan cara ini tidak bisa diakui sehat sepenuhnya. Minyak zaitun akan lebih memberikan khasiat tambahan dibandingkan jika dikonsumsi bersama makanan.

Mengonsumsinya bersama makanan justru membantu tubuh menyerap nutrisi lain dengan lebih baik. Selain itu, minum minyak zaitun secara langsung bisa terasa tidak nyaman bagi sebagian orang, baik dari segi rasa maupun efek pada lambung.

Ada juga kemungkinan muncul efek samping ringan seperti mual atau gangguan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan. Kesimpulannya, walaupun banyak manfaat tetapi belum ada bukti penelitian pasti yang menyebut mengonsumsinya sebelum sarapan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan cara konsumsi biasa.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads