5 Makanan Ini Ternyata Terkontaminasi Hal Menjijikkan

5 Makanan Ini Ternyata Terkontaminasi Hal Menjijikkan

Riska Fitria - detikFood
Senin, 04 Mei 2026 11:30 WIB
Saus tomat
Foto: Getty Images/carlosgaw
Jakarta -

Siapa sangka di balik makanan sehari-hari, ada fakta tak terduga di mana banyak benda-benda menjijikkan yang mengontaminasi. Mulai dari kecoa hingga ulat.

Beberapa makanan yang sering dikonsumsi ternyata punya fakta mengejutkan. Ada bahan atau kontaminasi yang mungkin bikin kamu bergidik.

Meski terdengar aneh, hal ini masih dianggap wajar dalam industri pangan. Selama sesuai aturan, bahan tersebut tetap dinilai aman dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kopi hingga buah segar, ada banyak fakta tersembunyi di baliknya. Dikuti dari The Guardian (18/4) berikut 5 makanan yang biasa ada kontaminasinya:

1. Kocoak dalam Kopi

Museum Ini Sajikan Kopi Kecoa Harga Rp 95.000Ilustrasi kontaminasi kecoa pada kopi. Foto: Mothership

Isu kecoa dalam kopi membuat bergidik. Di AS, hingga 10% biji kopi mentah bisa terinfestasi serangga sebelum akhirnya dibuang.

ADVERTISEMENT

Namun, biji yang terkontaminasi biasanya mudah dikenali. "Biji yang bergerak atau rusak akan disortir sebelum diproses," jelas praktisi industri kopi.

Meski begitu, fragmen serangga masih bisa lolos ke produk akhir. Produsen lebih khawatir pada hama coffee berry borer yang merusak biji dari dalam.

2. Cacing dalam Ikan

Cacing parasit dalam ikan ternyata cukup umum ditemukan. Meski terdengar menjijikkan, kondisi ini masih dianggap normal dalam industri pangan.

Ikan harus diperiksa dan dibekukan minimal -20 derajat C selama 24 jam untuk membunuh parasit. "Pembekuan wajib untuk ikan yang dimakan mentah atau setengah matang," jelas otoritas pangan.

Memasak di suhu 60 derajat C selama satu menit juga efektif membunuh cacing. Mengonsumsi ikan terkontaminasi bisa picu penyakit, jadi pilih yang berlabel "sushi grade".


3. Batu dalam Tahu
Tahu salah satu makanan yang mengandung zat besiIlustrasi tahu. Foto: Sherman Kwan/Unsplash

Beberapa bahan makanan ternyata berasal dari mineral atau batuan. Misalnya titanium dioksida dan silikon dioksida yang dipakai sebagai pewarna dan anti penggumpal.

Bahan ini umum dipakai di makanan bubuk hingga tahu dan roti. "Penggunaannya dianggap aman, tapi tetap perlu penelitian lebih lanjut," kata otoritas pangan.

Ada juga gipsum yang membantu mengeraskan tahu dan adonan. Meski aman, konsumsi berlebih bisa bikin kembung, sementara garam batu berasal dari endapan laut purba.

4. Kayu dalam Es Krim

Carboxymethyl cellulose (CMC) dan methyl cellulose adalah bahan tambahan makanan. Fungsinya sebagai pengental dan penstabil di es krim, dessert, hingga permen karet.

Bahan ini berasal dari serat tumbuhan, sering jadi produk sampingan industri kayu. CMC tidak berbau dan tidak berasa, tapi bisa disalahgunakan, seperti disuntikkan ke seafood agar lebih berat.

Meski umumnya aman, konsumsi berlebih masih diperdebatkan. Studi menyebut, "CMC bisa picu sakit perut dan ganggu keseimbangan bakteri usus."

5. Lilin dalam Pisang

Tikus Takut dengan Apa? Ini 11 Hal yang Ampuh untuk Mengusirnya. Salah Satunya Pisang!Ilustrasi buah pisang. Foto: Matheus Bertelli/Pexels

Buah sering dilapisi lilin agar tidak cepat kering dan tetap segar. Tak hanya jeruk, pisang, alpukat, hingga anggur juga bisa diberi lapisan ini.

Lapisan bisa dari bahan alami atau serangga, seperti shellac dari kutu lak dan beeswax. Ada juga yang berbahan nabati seperti carnauba dari daun palem.

Meski aman dikonsumsi, lapisan ini bisa menahan kotoran dan pestisida. Karena itu, buah sebaiknya dicuci air hangat jika kulitnya ikut dimakan.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads