Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Minum Air Putih

Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Minum Air Putih

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 28 Apr 2026 05:00 WIB
Ilustrasi air minum
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Banyak orang minum air putih air setiap hari. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa konsumsi air berlebihan atau overhidrasi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Kondisi ini dapat menurunkan kadar natrium dalam darah dan memicu pembengkakan sel, termasuk pada organ vital seperti otak. Akibatnya, berbagai keluhan bisa muncul tanpa disadari, mulai dari sakit kepala hingga perubahan pada urine dan berat badan.

Dilansir dari MSN (22/4), ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebagai sinyal tubuh kelebihan cairan. Mengenali gejalanya sejak dini penting agar asupan air tetap seimbang dan tidak justru menimbulkan masalah kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Healthy Liquid. Asian Lady Drinking Water From Glass Starting Day With Hydration Lying In Bed At Home. Selective FocusMinum air putih yang berlebihan ternyata dapat memicu sakit kepala. Foto: Getty Images/Prostock-Studio

1. Sering sakit kepala

Salah satu tanda yang mengindikasikan tubuh terlalu banyak minum air putih adalah sakit kepala. Banyak orang tidak menyadari bahwa sakit kepala bisa disebabkan oleh dehidrasi maupun kelebihan cairan.

ADVERTISEMENT

Ketika konsentrasi garam dalam darah menurun, sel-sel tubuh akan membengkak, termasuk sel di otak, yang kemudian menekan tengkorak.

2. Urine terlalu bening

Anggapan bahwa urine atau air kencing berwarna bening menandakan tubuh terhidrasi dengan baik ternyata keliru. Justru, urine yang tidak berwarna bisa menjadi tanda bahwa seseorang minum air erlalu banyak.

"Urine yang benar-benar bening merupakan tanda jelas bahwa Anda minum air berlebihan," ujar Jennifer Caudle kepada The Healthy.

Warna urine yang menunjukkan kondisi sehat umumnya berkisar dari kuning pucat seperti jerami hingga kuning transparan.

3. Terlalu sering minum

Selalu membawa botol air dan terus minum meski tidak haus bisa menjadi tanda bahwa tubuh terlalu sering minum air putih. Kebiasaan ini dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah. Akibatnya, sel-sel tubuh berisiko membengkak. Tubuh sebenarnya memiliki sinyal alami untuk mengatur kebutuhan cairan.

4. Tangan, bibir, atau kaki membengkak

Kelebihan konsumsi air dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi yang disebut hiponatremia. Salah satu gejalanya adalah pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Tangan, bibir, dan kaki bisa terlihat lebih besar atau berubah warna. Ini terjadi karena sel menyerap terlalu banyak air.

Asian woman drinking tap water from glass in the kitchenBahkan, overhidrasi juga dapat memicu kenaikan berat badan yang mendadak. Foto: Getty Images/AntonioGuillem

5. Berat badan tiba-tiba naik

Kenaikan berat badan yang mendadak bisa menjadi tanda retensi cairan. Air berlebih dalam aliran darah dapat menambah bobot tubuh. Biasanya kondisi ini terjadi bersamaan dengan pembengkakan. Untuk itu, perubahan bisa terjadi dalam waktu singkat.

6. Keinginan untuk buang air kecil

Terlalu sering menahan atau justru terlalu sering buang air kecil bisa mengganggu sinyal tubuh. Hal tersebut bisa menyebabkan tubuh tidak lagi peka terhadap dorongan alami untuk buang air kecil. Bahkan, bisa muncul rasa ingin buang air kecil meski kandung kemih belum penuh.

7. Keseringan minum meski tidak haus

Banyak orang minum air karena merasa harus, bukan karena kebutuhan tubuh. Padahal rasa haus adalah mekanisme alami yang cukup akurat.

Jika terus minum tanpa mendengarkan tubuh, risiko overhidrasi bisa meningkat. Penting untuk menyesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan tubuh.




(dfl/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads