×
Ad

Ngopi Yuk

Studi Ini Ungkap Manfaat Kopi untuk Daya Ingat Saat Kurang Tidur

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 22 Apr 2026 07:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/stockbusters
Jakarta -

Minum kopi pagi hari menjadi rutinitas banyak orang untuk memulai hari. Studi terbaru menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat memberikan manfaat tak terduga untuk daya ingat, terutama saat tubuh kurang tidur. Begini penjelasannya.

Pola tidur yang baik merupakan pilar penting kesehatan yang berperan besar dalam pembentukan memori di otak. Kurang tidur, bahkan dalam jangka pendek, dapat mengganggu fungsi otak, termasuk kemampuan mengingat.

Sekitar 37% orang dewasa diketahui tidak memenuhi kebutuhan tidur ideal, yaitu tujuh hingga sembilan jam per malam. Kondisi ini berdampak luas pada kesehatan tubuh, termasuk fungsi otak.

Akan tetapi baru-baru ini ada sebuah studi yang menjelaskan tentang kaitan antara minum kopi yang mengandung kafein dan hubungannya dengan daya ingat seseorang. Dilansir dari Eating Well (21/04/2026), berikut penjelasan ilmiahnya.

1. Penelitian Terbaru Tentang Efek Kafein dan Kurang Tidur

asian woman in bed late trying to sleep suffering insomnia, sleepless or scared in a nightmare, looking sad worried and stressed. Tired and headache or migraine waking up in the middle of the night. Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan

Untuk memahami hubungan antara kurang tidur, kafein, dan memori, temuan para peneliti dipublikasikan dalam jurnal Neuropsychopharmacology. Mereka melakukan studi terhadap 119 tikus.

Dalam penelitian tersebut, sebagian tikus diberikan kafein selama satu minggu sebelum eksperimen dimulai. Setelah itu, beberapa tikus dibiarkan tidur normal, sementara yang lain dibuat tetap terjaga selama lima jam. Para peneliti kemudian mengamati dampaknya terhadap fungsi otak, khususnya pada bagian hippocampus yang berperan penting dalam pembentukan memori.

Pengujian dilakukan dengan melihat kemampuan tikus mengenali individu lain serta mengukur kekuatan koneksi antar sel otak. Studi ini juga menganalisis perubahan kimia otak, termasuk reseptor adenosin yang berkaitan dengan rasa kantuk dan penurunan aktivitas saraf.

2. Kafein Menjaga Aktivitas Otak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur secara signifikan menurunkan fungsi memori dan aktivitas otak. Tikus yang mengalami kurang tidur menunjukkan peningkatan reseptor adenosin A1, yang berkaitan dengan rasa lelah dan penurunan aktivitas neuron.

Namun, pada kelompok tikus yang mengonsumsi kafein, efek tersebut tampak berkurang. Kafein bekerja dengan menghambat kerja adenosin, sehingga membantu menjaga aktivitas otak tetap optimal.

Dengan kata lain, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan fungsi memori dalam kondisi kurang tidur. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan ini masih terbatas pada hewan dan belum sepenuhnya dapat diterapkan pada manusia dalam kondisi sehari-hari.

3. Pola Tidur Sehat Tetap Jadi Utama

Smiling woman in sweater holding cup of coffee. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak


Dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi kopi di pagi hari memang dapat membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan, terutama setelah kurang tidur. Namun, para ahli mengingatkan bahwa efek tersebut bersifat sementara.

Kafein tidak dapat menggantikan manfaat tidur yang cukup dan berkualitas bagi kesehatan otak dalam jangka panjang. Pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar ponsel atau TV sebelum tidur, serta memanfaatkan cahaya alami di siang hari.

Selain itu, konsumsi kopi yang mengandung kafein juga perlu diperhatikan waktunya, karena jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur justru dapat memperburuk kualitas istirahat hingga munculnya insomnia.



Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"


(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork