Makan Telur Tiap Hari Tanpa Bisulan dan Jerawatan? Ini Rahasianya

Makan Telur Tiap Hari Tanpa Bisulan dan Jerawatan? Ini Rahasianya

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Senin, 20 Apr 2026 05:00 WIB
Telur kukus
Foto: Getty Images/MediaProduction
Jakarta -

Telur menjadi sumber protein andalan. Chef ini ungkap metode lebih sehat dalam mengolah telur yang mencegahnya dari bisulan meski menyantapnya dalam jumlah banyak.

Telur memang bernutrisi, tapi cara mengolahnya perlu diperhatikan agar nutrisinya terserap maksimal. Edwin Lau, chef dan praktisi kebugaran yang aktif berbagi informasi kesehatan di Instagram @chefedwinlau, mengungkap pengalamannya dalam mengonsumsi telur.

Ia mengatakan selama bodybuilding 30 tahun terakhir, dirinya sudah mengonsumsi lebih dari 100 ribu butir telur ayam. "Dulunya telur saya goreng, diceplok,atau didadar, alhasil bisul dan jerawatan," ungkapnya dalam unggahan Instagram (18/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, masalah itu tidak pernah muncul lagi setelah ia mengubah cara masak telur. Chef Edwin lebih memilih mengukus telur. "Ini bukan kebetulan, bukan keberuntungan, it's actually science," ujarnya.

Ia menjelaskan, steaming atau kukus merupakan cara masak paling halus sehingga nutrisi makanan paling banyak dipertahankan. Selain itu, tidak ada tambahan kalori dari minyak.

ADVERTISEMENT

Proses mengukus juga lebih sehat dibanding merebus karena ketika telur direbus terjadi kontak langsung dengan air mendidih. Proses ini bisa meluruhkan vitamin dan merusak antioksidan di dalam telur.

Jika telur digoreng, suhunya bisa 2 kali lipat dari mengukus, dan akan dengan cepat menghancurkan antioksidan alami pada telur. Polimer lemak pada telur akan berubah menjadi toksik karena stres oksidatif. Proses menggoreng juga merusak membran sel dan memicu kematian sel (apoptosis).

"Makanya salah satu respons tubuh adalah bisul," tulis chef Edwin. Ditambah lagi dengan jenis minyak goreng yang bisa berubah menjadi lemak trans. Efek munculnya jerawat pun tak bisa terhindarkan.

Telur kukusTelur kukus bisa mempertahankan nutrisi lebih baik. Foto: Getty Images/MediaProduction

Chef Edwin juga menekankan tak perlu khawatir soal kadar kolesterol saat menyantap telur. Sebab yang bikin kolesterol jahat naik adalah minyak yang digunakan untuk mengolah, durasi masak, bumbu yang dipakai, serta padanan untuk konsumsi telur.

Berikut tips mengukus telur ala chef Edwin:
1. Pilih telur ayam yang bagus, bercangkang tebal, mulus tanpa bercak hitam, warna cokelat agak gelap, bentuk oval normal, dan lulus uji apung.
2. Siapkan kukusan besar, didihkan api, tutup panci.
3. Cuci bersih telur, lalu taruh di dalam kukusan, tutup panci, kukus 15 menit. Pastikan tidak terlalu banyak untuk mencegah telur retak dan durasi 12 menit sebenarnya sudah cukup, namun 15 menit akan memastikan bakteri mati dan telur matang sempurna.
4. Selagi menunggu, siapkan wadah stainless/kaca, isi air mineral dingin atau tambahkan es batu.
5. Setelah telur matang 15 menit, langsung celupkan telur (terendam) ke dalam wadah yg berisi air.
6. Masukkan wadah berisi telur tersebut ke dalam kulkas (chiller suhu 4-6 derajat celcius). Telur bisa tahan sangat lama dengan teknik ini. Bisa lebih dari 7 hari asalkan suhu kulkas stabil.
7. Saat mau dikonsumsi, tinggal kupas, dimakan dingin atau dimasak lagi bersama saus atau lauk lainnya.
8. Jumlah konsumsinya, jalani hari-hari olahraga, pagi hari bisa makan 4-5 butri. Lanjut makan siang 2-3 butir dan makan malam 2-3 butir. Sedangkan untuk hari nonolahraga, biasanya chef Edwin makan 5 butir telur kukus setiap hari.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads