Mitos atau Fakta? Minum 8 Gelas Air Ternyata Tak Bikin Kulit Glowing

Mitos atau Fakta? Minum 8 Gelas Air Ternyata Tak Bikin Kulit Glowing

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 16 Apr 2026 11:30 WIB
Ilustrasi minum air putih
Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227
Jakarta -

Viral klaim minum 8 gelas air sehari tak bikin kulit glowing. Ahli ungkap hidrasi saja tak cukup, perlu nutrisi dan perawatan agar kulit tetap sehat.

Anggapan bahwa minum 8 gelas air per hari bisa membuat kulit lebih bersih dan glowing kembali jadi perdebatan hangat di media sosial.

Hal ini dipicu oleh unggahan viral di platform X oleh netizen bernama Anish Moonka yang mempertanyakan efektivitas kebiasaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, banyak orang percaya bahwa memperbanyak minum air adalah kunci kulit sehat. Namun, Anish menyampaikan pandangan berbeda dengan kalimat yang cukup menohok.

"Kamu minum 8 gelas air untuk kulit bersih, tapi yang jadi lebih jernih justru urine kamu," tulisnya, seperti yang dikutip dari Food NDTV (14/4).

ADVERTISEMENT
Baru Sehari Jadi Pramugari, Wanita Ini Dipecat Gegara Ambil Air Mineral!Ilustrasi air mineral. Foto: Ilustrasi/Site News

Ia menilai tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk mengatur kebutuhan cairan. Menurutnya, ginjal berfungsi sebagai sistem penyaring yang sangat efisien.

Organ ini memproses banyak cairan setiap hari, lalu mendaur ulang sebagian besar air untuk kebutuhan tubuh.

Jika asupan air sudah cukup, kelebihan cairan tidak akan dialirkan ke kulit, melainkan langsung dikeluarkan.

"Saat kamu minum air berlebihan, tubuh hanya akan membuang sisanya. Itu sebabnya urine yang sangat jernih bisa jadi tanda kamu minum terlalu banyak," jelasnya.

Happy young Asian woman drinking water while sitting on the sofa in the living roomilustrasi minum air putih. Foto: Getty Images/marchmeena29

Anish juga mengutip sejumlah penelitian untuk memperkuat pendapatnya. Salah satunya adalah tinjauan studi tahun 2018 dari CharitΓ© University di Berlin.

Studi tersebut menyebut tidak ada bukti kuat bahwa minum air ekstra dapat memperbaiki kondisi kulit, jika kebutuhan cairan harian sudah terpenuhi.

Ia juga menyinggung studi tahun 2024 dari Korea yang menunjukkan bahwa penggunaan pelembap justru lebih efektif dibanding hanya menambah konsumsi air.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pola makan memiliki pengaruh lebih besar terhadap kesehatan kulit.

"Pola makan tinggi gula bisa meningkatkan risiko jerawat hingga 20-30%. Susu skim juga berkaitan dengan jerawat karena memicu hormon yang meningkatkan produksi minyak," ujarnya.

Young woman drinking pure glass of waterIlustrasi air minum putih. Foto: Getty Images/seb_ra

Ia menyarankan konsumsi lemak sehat seperti ikan salmon, vitamin A dan C, serta makanan tinggi zinc untuk mendukung kesehatan kulit.

Unggahan ini pun memicu berbagai reaksi dari netizen. Ada yang setuju bahwa hidrasi hanya membantu jika tubuh kekurangan cairan, bukan sebagai solusi instan untuk kulit. Namun, ada pula yang mengingatkan pentingnya keseimbangan.

Menanggapi hal ini, ahli gizi Neeraja Mehta menegaskan bahwa pendekatan terbaik adalah kombinasi.

"Ini bukan soal memilih antara minum air atau nutrisi, tapi keduanya harus seimbang," jelasnya.

Ia menambahkan, "Kalau tubuh kekurangan nutrisi tapi minum banyak air, atau sebaliknya, hasilnya tetap tidak optimal." tutupnya.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads