Bukan untuk Dimakan! Ini 5 Risiko Konsumsi Ikan Sapu-sapu

Bukan untuk Dimakan! Ini 5 Risiko Konsumsi Ikan Sapu-sapu

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 15 Apr 2026 06:00 WIB
Apa makan ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?
Foto: iStock
Jakarta -

Invasi ikan sapu-sapu di perairan di Jakarta mulai mengkhawatirkan. Ikan ini tak bisa dikonsumsi karena bisa membahayakan kesehatan.

Belakangan ini, ikan sapu-sapu banyak ditemukan di berbagai aliran sungai di Jakarta. Mulai dari kali kecil di permukiman hingga sungai besar, ikan ini tampak mendominasi dan berkembang pesat.

Fenomena melimpahnya ikan sapu-sapu ini memunculkan tren tersendiri. Di beberapa daerah, ikan ini dikenal sebagai "pembersih kolam".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sifatnya yang invasif membuat ikan sapu-sapu kini diburu untuk dibersihkan dari aliran air di Jakarta. Ikan jenis ini bukan untuk dikonsumsi, justru bisa menimbulkan bahaya karena hidup di air yang tercemar.

ADVERTISEMENT

Berikut ini 5 risiko konsumsi ikan sapu-sapu dilansir dari berbagai sumber:

Apa makan ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?Konsumsi ikan sapu-sapu dapat menimbulkan risiko paparan logam berat. Foto: iStock

1. Risiko paparan logam berat

Ikan sapu-sapu diketahui berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, hingga arsen. Hal ini disebabkan oleh lingkungan hidupnya yang berada di dasar perairan, tempat berbagai zat berbahaya mengendap.

Sejumlah penelitian di Indonesia bahkan menemukan kandungan logam berat pada ikan ini, dengan beberapa sampel yang melebihi batas aman konsumsi. Paparan logam berat menjadi perhatian serius karena efeknya tidak langsung terasa, tetapi bisa berdampak dalam jangka panjang.

Merkuri, misalnya, dapat merusak sistem saraf dan otak. Sementara timbal berisiko mengganggu fungsi ginjal serta perkembangan otak, terutama pada anak-anak.

2. Masuknya Limbah ke Dalam Tubuh

Sebagai ikan pemakan dasar atau bottom feeder, ikan sapu-sapu mengonsumsi berbagai material yang ada di dasar perairan, termasuk lumpur dan sisa organik. Di sungai-sungai perkotaan seperti di Jakarta, dasar perairan ini sering kali menjadi tempat berkumpulnya limbah rumah tangga hingga limbah industri.

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu rentan menyerap berbagai zat berbahaya dari lingkungannya. Bahan kimia, logam berat, hingga polutan lain bisa terakumulasi dalam tubuh ikan seiring waktu.

Ketika ikan ini dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut dapat ikut masuk ke dalam tubuh. Dalam jangka panjang, paparan ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kerusakan organ hingga penyakit kronis yang sulit dideteksi sejak dini.

3. Risiko Bakteri dan Parasit

Lingkungan hidup yang kotor juga membuat ikan sapu-sapu berpotensi membawa bakteri patogen dan parasit. Air yang tercemar limbah menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme berbahaya yang dapat menempel pada tubuh ikan.

Jika ikan tidak dibersihkan dan diolah dengan benar, bakteri dan parasit tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan saat dikonsumsi. Risiko yang muncul antara lain infeksi saluran pencernaan, diare, hingga keracunan makanan.

Selain itu, proses pengolahan yang kurang higienis juga dapat memperbesar risiko kontaminasi silang. Sehingga, faktor kebersihan dan cara memasak menjadi sangat penting, meskipun tetap tidak sepenuhnya menghilangkan risiko dari sumber utamanya.

Apa makan ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?Walaupun sudah dimasak, racun dalam ikan sapu-sapu tidak bisa hilang. Foto: iStock

4. Racun Tidak Hilang saat Dimasak

Banyak orang beranggapan bahwa memasak makanan hingga matang dapat menghilangkan semua zat berbahaya. Namun dalam kasus ikan sapu-sapu, kepercayaan ini tidak bisa dianggap sepenuhnya benar.

Logam berat seperti merkuri dan timbal tidak dapat rusak hanya dengan proses pemanasan biasa. Proses memasak seperti menggoreng, merebus, atau membakar hanya membunuh bakteri dan mikroorganisme tertentu, tetapi tidak menghilangkan zat kimia berbahaya yang sudah terakumulasi di dalam daging ikan.

Hal ini membuat risiko tetap ada meskipun ikan terlihat matang sempurna. Sehingga, cara memasak bukanlah solusi utama untuk mengatasi bahaya pada ikan sapu-sapu.

5. Efek Jangka Panjang

Salah satu hal yang membuat konsumsi ikan sapu-sapu berbahaya adalah efeknya yang tidak langsung terasa. Paparan zat berbahaya seperti logam berat biasanya terjadi secara perlahan dan menumpuk dalam tubuh dari waktu ke waktu.

Akumulasi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan kronis, seperti kerusakan organ, gangguan sistem saraf, hingga peningkatan risiko kanker. Dampaknya bisa lebih serius pada anak-anak dan ibu hamil karena berkaitan dengan perkembangan tubuh dan janin.

Karena sifatnya yang jangka panjang, banyak orang tidak menyadari dampaknya hingga kondisi kesehatan sudah memburuk. Alasan ini yang membuat para ahli menyarankan agar konsumsi ikan dari sumber yang tidak jelas, termasuk ikan sapu-sapu dari perairan tercemar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads