Banyak orang fokus pada menu makan malam, tapi sering lupa soal waktunya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa waktu makan juga berpengaruh besar pada kesehatan, khususnya metabolisme dan kualitas tidur.
Melansir Health (3/3), sejumlah studi menyarankan bahwa makan malam lebih awal lebih baik untuk tubuh. Karena terlalu larut dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, gangguan tidur, bahkan risiko kematian lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan jam biologis tubuh.
Tubuh manusia bekerja berbeda antara pagi dan malam hari. Makanan yang sama bisa memberi efek berbeda tergantung waktu konsumsi. Dalam sebuah penelitian, 20 orang dewasa sehat diminta makan malam di waktu berbeda, yaitu pada pukul 18.00 dan 22.00.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, makan lebih malam membuat kadar gula darah lebih tinggi dan kemampuan tubuh memproses lemak menurun. Selain itu, hormon melatonin yang meningkat di malam hari juga berperan. Hormon ini membantu tubuh bersiap untuk tidur, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah.
Akibatnya, lonjakan gula darah setelah makan bisa lebih tinggi dan berlangsung lebih lama. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang yang makan lebih malam cenderung lebih cepat lapar dan membakar kalori lebih sedikit. Bahkan, makan larut bisa memicu perubahan pada jaringan tubuh yang mendukung penumpukan lemak.
Dari sisi tidur, waktu makan juga berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidak makan setelah pukul 18.00 cenderung tidur lebih lama dibandingkan mereka yang masih makan hingga tengah malam.
Meski sebagian besar penelitian dilakukan di laboratorium, para ahli menilai kebiasaan makan malam terlalu larut tetap berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme jika dilakukan terus-menerus.
Lalu, kapan waktu terbaik untuk makan malam?
Para ahli menyarankan makan antara pukul 17.00 hingga 19.00. Selain itu, beri jarak minimal dua jam sebelum tidur agar tubuh punya waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Jika terpaksa makan malam lebih larut, sebaiknya hindari porsi besar.
Makan berlebihan menjelang tidur bisa membuat tubuh bekerja lebih keras saat seharusnya beristirahat. Bahkan, para ahli menyarankan agar makan malam bukan menjadi porsi terbesar dalam sehari.
Untuk yang terbiasa makan larut, perubahan bisa dilakukan secara bertahap. Misalnya, mulai dengan menetapkan batas waktu makan, lalu perlahan dimajukan.
Mengatur pola makan sejak pagi, seperti tidak melewatkan sarapan dan makan siang yang cukup, juga bisa membantu agar tidak terlalu lapar di malam hari. Dengan mengatur waktu makan malam, maka tubuh bisa bekerja lebih optimal.
(yms/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN