Benarkah Daging Babi Lebih Sehat? Ini Fakta dari Penelitian

Benarkah Daging Babi Lebih Sehat? Ini Fakta dari Penelitian

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 31 Mar 2026 11:30 WIB
Alasan harga daging babi lebih murah dari sapi.
Foto: iStock
Jakarta -

Daging babi disebut lebih sehat dari yang dibayangkan. Studi terbaru ungkap manfaat konsumsi daging babi tanpa lemak. Begini penjelasannya!

Perdebatan soal daging sehat kembali ramai dibahas. Kini, daging babi disebut punya manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan cara tepat.

Selama ini, konsumsi daging merah sering dikaitkan dengan risiko penyakit. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan sisi lain yang jarang diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pola makan seimbang, daging babi tanpa lemak disebut bisa memberi manfaat. Lalu, benarkah daging ini layak disebut lebih sehat?

Dikutip dari gazetaexpress.com (22/1/26) berikut penjelasan penelitian:

1. Daging Babi Disebut Lebih Sehat, Benarkah?

ADVERTISEMENT
Muslim Wajib Tahu! Fakta dan Mitos Daging Babi yang Masih DipercayaIlustrasi daging babi. Foto: Getty Images/NeilyImagery

Daging babi kini disebut sebagai daging paling sehat dalam studi terbaru. Klaim ini muncul dari penelitian tentang pola makan tinggi protein.

Penelitian menyebut daging babi tanpa lemak dan minim olahan punya manfaat. Bahkan efeknya disebut sebanding dengan protein nabati seperti kacang-kacangan.

Meski begitu, penilaian ini bukan tanpa konteks. Daging babi yang dimaksud adalah jenis segar, bukan olahan seperti sosis atau bacon.

2. Studi Bandingkan Daging Babi vs Protein Nabati

Penelitian yang dimuat di Current Developments in Nutrition melibatkan 36 orang usia 65 tahun. Mereka dibagi dua kelompok dengan pola makan berbeda.

Kelompok pertama mengonsumsi daging babi tanpa lemak. Kelompok kedua mengandalkan protein nabati seperti lentil dan kacang hitam.

Selama 8 minggu, peserta mengikuti pola makan ketat. Mereka juga menghindari daging lain, alkohol, hingga pemanis buatan.

3. Hasilnya dari Penelitian

Daging Babi Vegan Tidak Akan Bisa Halal, Ini AlasannyaIlustradi daging babi yang dijual di sebuah supermarket. Foto: Getty Images/nastya_ph

Hasil studi menunjukkan kedua pola makan meningkatkan sensitivitas insulin. Ini penting untuk mencegah diabetes tipe 2.

Kedua kelompok juga mengalami penurunan berat badan. Selain itu, kadar kolesterol total ikut menurun.

Menariknya, diet daging babi menjaga kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Daging Babi Bantu Jaga Massa Otot

Salah satu temuan penting adalah efek pada massa otot. Konsumsi daging babi membantu menjaga massa otot pada lansia.

Hal ini penting karena penuaan sering menyebabkan penyusutan otot. Kondisi ini bisa memicu penurunan fungsi fisik.

Selain itu, perubahan asam amino juga terpantau positif. Ini berdampak pada mood, imun, dan kesehatan usus.

5. Tetap Perlu Waspada Daging Olahan

Ngeri! Tubuh Wanita Ini Dipenuhi Parasit Gegara Makan Daging Babi MentahIlustrasi daging babi. Foto: (sguforums/Soldier of FORTRAN

Peneliti menegaskan perbedaan antara daging segar dan olahan. Produk seperti ham dan sosis tetap berisiko tinggi.

World Health Organization bahkan mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen. Risiko kanker usus meningkat jika dikonsumsi berlebih.

Karena itu, konsumsi tetap harus dibatasi. Pola makan bergizi seimbang dengan sayur dan protein lain tetap jadi kunci utama.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads