4 Tips Makan Sederhana untuk 'Reset' Pencernaan Setelah Lebaran

4 Tips Makan Sederhana untuk 'Reset' Pencernaan Setelah Lebaran

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 24 Mar 2026 05:00 WIB
5 Makanan Untuk Bersihkan Usus Besar Usai Makan Banyak Saat Lebaran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Pixelimage
Jakarta -

Setelah puas makan saat lebaran, jangan lupa 'mereset' kembali pencernaan. Ada bebera tips sederhana yang bisa ditiru agar tubuh tetap sehat.

Momen Idul Fitri selalu identik dengan silaturahmi dan hidangan lezat yang sulit ditolak. Ada opor ayam hingga kue-kue manis yang terasa menggoda untuk dinikmati.

Tak heran jika banyak orang tanpa sadar mengubah pola makan mereka secara drastis selama beberapa hari. Namun, setelah euforia tersebut berlalu, tubuh sering kali memberikan 'sinyal' yang tidak nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini menjadi kode yang diberikan tubuh untuk segera 'mereset' pola makan. Dengan begitu, saluran pencernaan aman dan tak akan mengalami gangguan.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada, ada beberapa tips sederhana untuk mereset sistem pencernaan:

Alarm clock with IF (Intermittent Fasting) 16 and 8 diet rule and weight loss concept.-Diet plan conceptMengatur jadwal makan menjadi cara terbaik untuk mereset tubuh setelah kalap makan banyak. Foto: Getty Images/Sasithorn Phuapankasemsuk

1. Atur Jadwal Makan

Tidak hanya jenis makanan, waktu makan juga berpengaruh besar terhadap metabolisme. Disarankan untuk makan secara teratur, yaitu tiga kali makan utama dan dua hingga tiga camilan sehat dalam sehari.

Pola ini membantu menjaga kestabilan gula darah serta mencegah tubuh mengalami 'shock' akibat pola makan yang tidak teratur.

2. Kurangi Lemak dan Gula

Makanan khas Lebaran umumnya tinggi lemak jenuh, seperti santan dan gorengan, serta gula dari kue-kue manis. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko peradangan, tekanan darah tinggi, hingga penyakit metabolik.

Sebagai gantinya, pilih sumber lemak sehat seperti alpukat atau minyak zaitun, serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan gandum utuh.

Young woman drinking pure glass of waterJangan lupa untuk senantiasa minum air putih, setidaknya 2 liter per hari. Foto: Getty Images/seb_ra

3. Minum Air Putih yang Cukup

Dehidrasi juga sering terjadi setelah Lebaran. Terutama jika konsumsi minuman manis lebih dominan dibanding air putih.

Padahal, cairan sangat penting untuk membantu metabolisme dan sistem pencernaan bekerja optimal. Air putih juga dapat membantu mengeluarkan toksin sehingga pencernaan bekerja lebih ringan.

4. Hindari Diet Ekstrem

Banyak orang tergoda melakukan diet ketat atau "detoks instan" setelah Lebaran. Namun, cara ini justru berisiko bagi kesehatan.

Diet ekstrem dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, penurunan massa tulang, hingga meningkatkan risiko penyakit tertentu. Alternatif terbaik adalah perubahan gaya hidup secara bertahap dan konsisten.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads