Konsumsi kopi tak hanya mampu memberikan kesegaran instan. Penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi kopi yang tepat bahkan bisa mencegah demensia.
Kesegaran yang dihadirkan melalui minum kopi membuat banyak penikmatnya ketagihan. Tak hanya ampuh bikin mata melek, minum kopi juga punya banyak khasiat untuk kesehatan.
Salah satunya dikenal mampu meningkatkan energi dan fokus dalam waktu singkat. Sejumlah penelitian terbaru mulai mengungkap bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, sebuah penelitian selama 43 tahun menemukan adanya hubungan menarik antara kebiasaan minum kopi dan penurunan risiko demensia. Dilansir dari SciTechDaily, (15/3/2026), ada beberapa temuan khasiat kopi terhadap pencegahan demensia.
Peneliti kesehatan melihat dampak positif ketika kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Foto: iStock |
1. Kopi sebagai Gaya Hidup
Mencegah demensia sebelum gejalanya muncul menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, hingga kini pilihan pengobatan masih terbatas dan umumnya hanya memberikan perbaikan kecil setelah penyakit berkembang.
Hal ini yang membuat para ilmuwan mulai fokus meneliti bagaimana kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan dan minuman, dapat memengaruhi risiko demensia. Salah satu yang menarik perhatian adalah konsumsi kopi dan teh.
Kedua minuman ini diketahui mengandung berbagai senyawa aktif biologis, seperti kafein dan polifenol. Kandungan senyawa aktif tersebut memiliki efek perlindungan terhadap otak.
Kandungan tersebut dipercaya mampu membantu mengurangi peradangan serta membatasi kerusakan sel. Dua faktor ini diketahui berperan besar dalam penurunan fungsi kognitif yang bisa berujung pada demensia.
2. Penelitian Panjang Selama 43 Tahun
NHS (Nurses' Health Study) dan HPFS (Health Professionals Follow-up Study), dua studi kohort prospektif jangka panjang yang sangat berpengaruh, membantu mengatasi berbagai keterbatasan penelitian sebelumnya. Dalam studi ini, peserta secara rutin melaporkan pola makan, diagnosis demensia, serta kondisi kognitif mereka.
Para peserta penelitian melalui pantauan hingga 43 tahun lamanya. Melalui data jangka panjang tersebut, peneliti menganalisis hubungan antara konsumsi kopi berkafein, teh, dan kopi tanpa kafein terhadap risiko demensia.
Dari lebih dari 130.000 peserta, sebanyak 11.033 orang akhirnya mengalami demensia. Menariknya, mereka yang mengonsumsi kopi berkafein dalam jumlah tertinggi memiliki risiko 18% lebih rendah dibandingkan yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Tak hanya itu, peminum kopi juga melaporkan penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah sebanyak 7,8% dibanding 9,5%. Hasil tes kognitif objektif pun menunjukkan performa yang cenderung lebih baik pada kelompok ini.
Kandungan kafein di dalam kopi disebut-sebut dapat membantu mencegah demensia. Foto: iStock |
3. Kandungan Kafein jadi Kunci Utama
Khasiatnya terhadap pencegahan demensia ternyata juga ditemukan dalam teh, tetapi tidak pada kopi decaf. Temuan ini mengindikasikan bahwa kafein kemungkinan berperan penting dalam efek perlindungan tersebut.
Manfaat paling optimal terlihat pada mereka yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein atau 1-2 cangkir teh per hari. Jumlah ini dianggap sebagai takaran ideal untuk mendapatkan efek positif bagi kesehatan otak.
Menariknya, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak dikaitkan dengan efek berbahaya. Sebaliknya, asupan yang lebih tinggi justru menunjukkan potensi perlindungan saraf yang serupa dengan konsumsi dalam batas optimal.
Peneliti utama, Yu Zhang, juga menyebut bahwa manfaat kopi atau kafein berlaku pada berbagai kelompok risiko genetik. Artinya, baik orang dengan risiko tinggi maupun rendah terhadap demensia tetap dapat merasakan manfaat yang sama dari konsumsi kafein.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN