Hati-hati! 5 Ikan Ini Bisa Mengandung Merkuri Tinggi

Hati-hati! 5 Ikan Ini Bisa Mengandung Merkuri Tinggi

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 14 Mar 2026 04:00 WIB
Raw mackerel scomber fish with ingredients for cooking in baking dish. White background. Top view.
Foto: Getty Images/Vladimir Mironov
Jakarta -

Tidak semua ikan aman dikonsumsi terlalu sering. Beberapa jenis ikan laut mengandung merkuri tinggi sehingga sebaiknya dibatasi konsumsinya atau dihindari.

Ikan dikenal sebagai sumber protein dan omega-3 yang baik untuk kesehatan. Namun tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi terlalu sering.

Beberapa ikan laut diketahui mengandung merkuri cukup tinggi. Zat ini bisa menumpuk di tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Parade.com (18/7/25) dan Draxe (5/7/25) berikut daftar ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi:

1. Ikan King Makarel

Ikan makarel dikenal kaya asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan. Namun tidak semua jenis makarel aman dikonsumsi dalam jumlah banyak.

ADVERTISEMENT

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah king mackerel. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (USDA) menyarankan wanita dan anak-anak menghindarinya karena kandungan merkuri tinggi.

Jenis lain seperti Spanish mackerel juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi. Sebaliknya, Atlantic mackerel lebih aman karena tinggi omega-3 dan rendah merkuri.

2. Ikan Todak

Raw Organic Swordfish Steak Filets Ready to Cookikan todak. Ilustrasi Foto: Getty Images/bhofack2

Ikan swordfish atau ikan todak merupakan ikan laut berukuran besar dengan daging tebal. Namun ikan ini juga termasuk yang perlu dibatasi konsumsinya.

Hal ini karena ikan todak mengandung merkuri cukup tinggi. Kandungan tersebut berasal dari kebiasaan ikan ini memangsa ikan lain di laut.

Karena itu wanita dan anak-anak disarankan menghindarinya. Sementara pria dianjurkan mengonsumsi maksimal satu porsi dalam sebulan.

3. Ikan Marlin

Ikan marlinIkan marlin. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/LUNAMARINA

Ikan marlin adalah ikan laut berukuran besar yang sering dijadikan hidangan. Namun ikan ini juga termasuk yang sebaiknya dibatasi konsumsinya.

Menurut ahli gizi Roxana Ehsani, marlin dapat mengandung kadar racun cukup tinggi. Hal ini berkaitan dengan kandungan merkuri yang terdapat di dalam dagingnya.

Kadar merkuri tersebut dinilai kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Selain merkuri, marlin juga dapat mengandung zat berbahaya lain bagi tubuh.

4. Ikan Hiu

Meskipun dikenal sebagai ikan predator, tapi banyak orang di berbagai negara masih mengonsumsi ikan hiu. Ikan ini sebaiknya tidak dikonsumsi.

Ikan predator ini berada di puncak rantai makanan laut. Karena itu, daging hiu dapat mengandung merkuri lebih tinggi.

Kandungan ini bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, banyak spesies hiu kini populasinya menurun.

Permintaan sirip hiu dan tangkapan sampingan dari perikanan tuna turut mempercepat penurunan jumlahnya.

5. Atlantic Bluefin Tuna

A 276-kilogram bluefin tuna that was auctioned for 207 million Japanese yen (about 1.3 million U.S. dollars), which was bought jointly by sushi restaurant operator Onodera Group and wholesaler Yamayuki, is carried into an Onodera sushi restaurant after the first tuna auction of the New Year in Tokyo, Japan January 5, 2025. REUTERS/Issei KatoBluefin tuna. Ilustrasi Foto: REUTERS/Issei Kato

Atlantic bluefin tuna kerap jadi bahan sushi premium. Di menu restoran Jepang, ikan ini sering disebut hon maguro.

Meski populer, ikan ini sebaiknya dihindari karena populasinya terus menurun. Penangkapan berlebihan membuat jumlahnya hampir punah di alam.

Selain itu, tuna ini termasuk predator besar yang mengandung merkuri tinggi. Sebagai alternatif, banyak ahli menyarankan memilih Skipjack tuna yang dinilai lebih aman.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Kata Chef Yongki Soal Tren Makanan Viral & Kekinian"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads