Rahasia Umur Panjang! Ini Daftar 5 Makanan Favorit Ahli Kesehatan

Rahasia Umur Panjang! Ini Daftar 5 Makanan Favorit Ahli Kesehatan

Sonia Basoni - detikFood
Jumat, 06 Mar 2026 07:00 WIB
Ilustrasi salmon
Foto: Getty Images/Maria Tebryaeva
Jakarta -

Pola makan sehat jadi salah satu faktor utama seseorang dapat berumur panjang. Seperti daftar makanan yang disarankan para ahli kesehatan ini.

Selama bertahun-tahun, para ahli yang meniliti pola makan panjang umur atau longevity experts, meneliti bagaimana manusia dapat hidup lebih lama dengan kondisi tubuh yang tetap sehat.

Menariknya pola makan sehat ini ternyata tidak terlalu rumit. Umumnya para ahli kesehatan rutin mengonsumsi makanan yang kaya serat, antioksidan, protein, serta lemak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa dokter dan ahli gizi bahkan memiliki daftar makanan yang hampir selalu mereka konsumsi setiap minggu untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit kronis.

Dilansir dari Eating Well (05/03/2026), berikut lima jenis makanan yang kerap dikonsumsi para ahli kesehatan umur panjang untuk membantu menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

ADVERTISEMENT

1. Ikan berlemak

Conserves of canned fish with different types of fish and seafood, opened and closed cans with Saury, mackerel, sprats, sardines, pilchard, squid, tuna,  over grey stone surface, top view space for text.Ikan berlemak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ilia Nesolenyi

Ikan berlemak menjadi salah satu makanan utama yang rutin dikonsumsi para ahli gizi dan dokter. Dokter spesialis longevity asal Stanford, Hillary Lin, menjelaskan kalau ikan seperti salmon, makarel, sarden, ikan teri, dan herring kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi tubuh. Nutrisi ini dikenal dapat membantu mengurangi peradangan serta menjaga kesehatan sel.

"Omega-3 (EPA/DHA) adalah komponen makanan nomor satu bagi saya untuk menurunkan peradangan dan menjaga sel tetap sehat," ujar Lin.

Ia menggunakan akronim 'SMASH' untuk mengingat jenis ikan yang direkomendasikan, yaitu salmon, mackerel, anchovies, sardines, dan herring. Selain itu, Lin juga menyarankan orang-orang mengonsumsi ikan kaleng berkualitas karena praktis disiapkan dan tetap bergizi.

2. Sayuran hijau

Thai food, Stir-fried broccoli and deep-fried Egg-Tofu with oyster sauce. Healthy food image on white background, view side and above a 45-degree angle.Brokoli. Foto: Getty Images/somdul

Sayuran hijau juga menjadi makanan penting yang hampir selalu ada dalam menu mingguan para ahli kesehatan. Ahli gizi yang fokus pada longevity, Melanie Murphy Richter, menyebut sayuran seperti arugula, kale, radicchio, dan brokoli kaya akan folat, magnesium, serta fitokimia yang membantu proses perbaikan sel.

Nutrisi tersebut juga berperan dalam membantu tubuh melakukan detoksifikasi alami. Selain itu, sayuran hijau mengandung nitrat yang dapat diubah tubuh menjadi oksida nitrat, senyawa yang membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

"Oksida nitrat berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, yang sangat berkaitan dengan umur panjang," jelas Lin. Sayuran ini bisa dikonsumsi mentah sebagai salad atau dimasak sederhana dengan minyak zaitun dan bawang putih.

3. Makanan fermentasi

Fresh miso soup in bowl with tofu and mixed vegetablesFresh miso soup in bowl with tofu and mixed vegetables Foto: Getty Images/iStockphoto/zoranm

Makanan fermentasi juga menjadi bagian penting dari pola makan yang menunjang panjang umur. Richter mengaku rutin mengonsumsi makanan seperti kimchi, sauerkraut, dan miso untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Sementara itu, Dokter Meena Malhotra mengatakan ia juga mengonsumsi produk susu fermentasi seperti yogurt dan kefir beberapa kali dalam seminggu.

"Makanan fermentasi sangat baik untuk daya tahan tubuh, metabolisme, bahkan kesehatan otak," ujarnya. Menurut Lin, kefir juga menjadi salah satu camilan favoritnya karena praktis dan mengandung beragam probiotik.

Probiotik diketahui dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, yang berperan penting dalam penyerapan nutrisi serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

4. Kacang dan biji-bijian

Chia seedChia seed Foto: iStock

Kacang dan biji-bijian termasuk makanan yang hampir selalu dikonsumsi setiap hari oleh para ahli kesehatan. Malhotra menyebutkan ia sering mengonsumsi kacang walnut dan biji chia karena mengandung lemak sehat yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.

Richter juga memiliki kebiasaan serupa. Ia mengatakan sering menambahkan pistachio, biji rami, hingga biji labu ke dalam menu makanannya.

"Kacang dan biji-bijian menyediakan kombinasi lemak sehat, serat, mineral, serta protein nabati yang sangat baik untuk kesehatan jangka panjang," jelas Richter.

5. Buah beri

"A bowlful of delicious organic berries. Strawberries, blackberries, blueberries and raspberries. Shallow dof" Foto: iStock

Buah beri juga menjadi salah satu makanan favorit pakar kesehatan yang meniliti pola makan panjang umur. Malhotra mengatakan ia selalu berusaha memasukkan buah beri dalam menu makannya karena kandungan polifenol di dalamnya mampu membantu mengurangi stres oksidatif, yang merupakan salah satu faktor utama penuaan.


Lin menambahkan bahwa buah beri segar memang ideal, tetapi versi beku atau kering juga tetap memiliki manfaat yang hampir sama. Buah ini bisa dijadikan topping yogurt, puding chia, atau dimakan langsung sebagai camilan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam buah beri dapat membantu menjaga kesehatan otak, menurunkan risiko penyakit jantung, serta melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis yang sering muncul seiring bertambahnya usia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads