Seorang dokter menjelaskan alasan mengapa sebagian orang merasa ingin buang air besar (BAB) setelah makan. Menurutnya, kondisi ini tidak selalu berarti ada masalah pada sistem pencernaan.
Dilansir dari LADbible (8/3), dokter bernama Dr. Joseph Salhab menjelaskan, keinginan BAB setelah makan berkaitan dengan mekanisme tubuh yang disebut gastrocolic reflex atau refleks gastrokolik. Refleks ini merupakan respons normal tubuh ketika makanan masuk ke dalam lambung.
Dr. Salhab mengatakan banyak orang salah paham dan mengira makanan yang baru dimakan langsung melewati sistem pencernaan hingga menyebabkan BAB. Padahal proses pencernaan sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama. Menurutnya, dorongan untuk BAB bukan terjadi karena makanan baru tersebut langsung keluar dari tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi wanita makan makanan sehat. Foto: freepik/Freepik |
Sebaliknya, ketika seseorang makan, lambung akan meregang karena terisi makanan. Peregangan ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh baru saja menerima asupan makanan. Sinyal tersebut kemudian memicu usus besar untuk berkontraksi.
Kontraksi tersebut berfungsi memberi ruang bagi makanan baru yang sedang diproses di sistem pencernaan. Proses inilah yang dapat menimbulkan keinginan untuk pergi ke toilet. Biasanya, dorongan untuk BAB dapat muncul sekitar 20 hingga 30 menit setelah makan, tergantung kondisi tubuh dan pola makan masing-masing.
Penjelasan ini juga sejalan dengan informasi dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) yang menyebut bahwa refleks gastrokolik merupakan reaksi fisiologis normal yang terjadi saat lambung meregang setelah makan dan ketika hasil pencernaan mulai bergerak menuju usus kecil. Selain itu, beberapa jenis makanan dan minuman juga dapat memperkuat refleks ini.
Kopi dan makanan pedas, misalnya, diketahui dapat merangsang aktivitas sistem pencernaan sehingga membuat seseorang lebih cepat merasa ingin BAB. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama tidak disertai gejala lain.
Jika frekuensi BAB masih normal dan tidak ada keluhan seperti nyeri perut hebat atau perubahan bentuk tinja, maka itu merupakan bagian dari proses pencernaan yang sehat.
Namun, jika keinginan BAB terjadi terlalu sering atau disertai keluhan lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada gangguan pada sistem pencernaan.
(raf/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN