Bukan Cuma Menghangatkan, 5 Teh Ini Punya Manfaat Anti Inflamasi

Bukan Cuma Menghangatkan, 5 Teh Ini Punya Manfaat Anti Inflamasi

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 21 Feb 2026 07:00 WIB
cup of herbal tea with chamomile flowers on a wooden table
Foto: iStock
Jakarta -

Selain menghangatkan tubuh, minum teh ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Bahkan konsumsi jenis teh ini disebut bisa mencegah peradangan (inflamasi) tubuh.

Peradangan atau inflamasi merupakan respons alami tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, ketika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari nyeri sendi hingga penyakit kronis.

Karena itu, banyak orang mulai mencari cara alami untuk membantu mengendalikan peradangan. Salah satunya melalui konsumsi minuman herbal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis teh mengandung senyawa aktif seperti antioksidan dan komponen antiinflamasi yang berpotensi membantu meredakan nyeri, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung kesehatan jantung dan metabolisme. Sejumlah ahli gizi turut menyebut konsumsi teh tertentu dapat membantu menekan respons inflamasi.

Dilansir dari Real Simple (20/02/2026), berikut 5 jenis teh yang bagus untuk mencegah peradangan.

ADVERTISEMENT

1. Teh Hijau

matcha dan green tea green tea Foto: Getty Images/victoriya89

Teh hijau menjadi salah satu minuman yang paling banyak diteliti untuk meredakan peradangan atau inflamasi dalam tubuh. "Teh hijau mengandung senyawa yang diduga mampu menekan peradangan dan menghambat jalur proinflamasi dalam tubuh," ungkap ahli gizi Brynne McDowell, RD yang juga pendiri The Domestic Dietitian.

Ia menjelaskan bahwa kandungan tersebut diyakini membantu melindungi jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular. Varian matcha, yakni bubuk teh hijau yang kini populer, memiliki kadar antioksidan dan EGCG yang lebih tinggi. Konsumsinya rutin berpotensi mendukung metabolisme dan pengendalian gula darah.

Meski demikian, McDowell mengingatkan bahwa teh hijau dapat berinteraksi dengan obat tertentu sehingga konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas kesehatan. Sebab kondisi tubuh setiap orang berbeda.

2. Teh Kunyit

Raw roots of tumeric and tea on white planks detox concept closeup tumeric and tea Foto: iStock

Teh kunyit atau turmeric tea dikenal berkat kandungan kurkumin yang memberi warna oranye khas sekaligus berperan sebagai antiinflamasi alami untuk tubuh. McDowell menjelaskan bahwa kurkumin membantu melawan zat dalam tubuh yang memicu peradangan.

"Karena memiliki sifat antiinflamasi, kunyit terbukti membantu melawan radikal bebas pada tubuh yang dapat menyebabkan nyeri dan peradangan," ujar ahli gizi Jessica Ederer, J.D.

Ia menambahkan, dalam sebuah uji klinis terhadap penderita osteoartritis lutut, 66 dari 70 peserta melaporkan penurunan nyeri hingga 50% setelah mengonsumsi suplemen kurkumin, dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan obat alternatif. Sehingga teh kunyit ini disarankan bagi mereka yang mengalami nyeri pada bagian tubuh.

3. Teh Jahe

Cup of ginger root tea with lemon, honey and mint on a wooden backgroundTeh jahe. Foto: Getty Images/NoirChocolate

Selain teh kunyit, teh jahe juga dinilai efektif meredakan peradangan pada tubuh selain itu rasanya juga enak untuk diseduh jadi teh.

"Akar jahe adalah bahan pangan yang sangat menyehatkan dan sejak dulu digunakan dalam berbagai masakan serta minuman," kata Ederer.

Penelitian menunjukkan kandungan gingerol pada jahe memiliki sifat antiinflamasi yang membantu tubuh merespons peradangan kronis penyebab nyeri, mulai dari nyeri lutut, pegal setelah olahraga, hingga ketidaknyamanan saat menstruasi.

Ederer menyarankan penggunaan jahe segar sekitar satu inci yang diseduh bersama teh, atau diparut dan dimasukkan ke dalam saringan teh untuk mendapatkan manfaat optimal.

4. Chamomile Tea

Healthy chamomile tea poured into white cup. Teapot and spoon, glass jar of daisy medicinal herbs.Healthy chamomile tea. Foto: iStock

Chamomile tea kerap dikonsumsi saat tubuh kurang sehat. Penelitian menunjukkan teh herbal tanpa kafein ini berpotensi mencegah peradangan dan bahkan mendukung terapi kanker.

Kandungan antioksidan seperti apigenin berperan dalam membantu relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, serta meredakan gangguan pencernaan.

Selain itu, konsumsi rutin chamomile tea sering dikaitkan dengan penurunan kecemasan dan kadar gula darah, sekaligus mendukung kesehatan jantung serta sistem imun. Teh ini cocok disajikan hangat-hangat dengan tambahan madu dan lemon.

5. Teh Peppermint

Teh peppermint. Foto: Istock

Teh peppermint menawarkan manfaat antiinflamasi sekaligus mendukung kesehatan pencernaan. Minuman herbal tanpa kafein ini memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antiinflamasi.

Kandungan mentol di dalamnya bekerja membuat otot lebih relaks secara alami yang membantu meredakan sakit kepala, migrain, kram menstruasi, dan stres. Selain itu, teh peppermint dapat membantu mengurangi kembung, gas dalam tubuh, serta gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus.

Aromanya yang segar juga dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan meningkatkan fokus, menjadikannya pilihan minuman sehat yang praktis dan menenangkan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads