Kabar Baik! Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia

Ngopi Yuk!

Kabar Baik! Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 13 Feb 2026 07:00 WIB
Minum Kopi
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kopi jadi minuman andalan karena dapat mendorong energi. Namun khasiatnya lebih dari itu karena minum kopi juga disebut bisa menurunkan risiko demensia!

Banyak orang mengandalkan kopi sebagai minuman sehari-hari mereka. Hal ini disebabkan karena kandungan kafein dalam kopi yang menawarkan ragam manfaat.

Salah satu manfaat kopi yang paling dicari yaitu dapat mendorong energi hingga dapat merangsang sistem saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan hingga meningkatkan kemampuan konsentrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sebenarnya kopi masih punya segudang manfaat yang mungkin belum banyak diketahui. Salah satu contohnya tercermin dari hasil penelitian terbaru yang menemukan jika minum kopi dapat mengurangi risiko demensia.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari foxnews.com (10/2), penelitian observasional baru yang diterbitkan The Journal of The American Medical Association menemukan jika minum 2 hingga 3 cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko demensia.

Para peneliti Amerika menganalisis data selama 4 dekade dari lebih dari 130.000 dokter dan perawat. Mereka menemukan bahwa konsumsi kopi dan teh yang mengandung kafein sedang bisa menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.

minum kopiMenurut penelitian, minum kopi bisa menurunkan risiko demensia. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver

Hasil analisis ini juga menemukan jika peserta dengan asupan kopi berkafein tinggi tidak hanya memiliki risiko demensia lebih rendah. Namun mereka juga menemukan di mana ada titik optimal kafein bekerja paling efektif.

Sebelumnya memang sudah ada penelitian yang dilakukan. Namun penelitian tersebut masih belum konsisten menemukan hubungan antara kopi dan demensia karena keterbatasan data.

Untuk mengatasi hal ini, para peneliti menggunakan informasi dari Nurses's Health Study dan Health Professionals Follow Up Study yang melacak para profesional perawat kesehatan dari usia paruh baya hingga lanjut usia.

Selama periode tindak lanjut hingga 43 tahun, tim tersebut menganalisis pola makan yang dilaporkan sendiri oleh peserta dan dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan setiap empat tahun sekali.

Pendekatan yang dilakukan dalam jangka panjang ini membantu ilmuwan untuk memperhitungkan perubahan konsumsi kopi dan teh dari waktu ke waktu, sekaligus memantau diagnosis demensia klinis dan perubahan halus dalam fungsi kognitif mereka.

Mereka juga menyesuaikan beberapa variabel, seperti merokok, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Para peneliti mampu mengisolasi hubungan spesifik antara asupan kafein dan kesehatan otak jangka panjang.

Coffee cup and coffee beans on  gray background, Black coffee cup aromaticKandungan kafein dalam kopi dan teh yang bisa membantu menurunkan risiko demensia tersebut. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

Analisis ini mengungkap bahwa peserta dengan asupan kafein yang tinggi memiliki risiko 18% lebih rendah terkena demensia dibandingkan mereka yang hanya sedikit atau tidak sama sekali minum kopi. Para peserta yang minum kafein juga menunjukkan kinerja lebih baik pada tes fungsi kognitif secara keseluruhan.

Manfaatnya paling terasa pada mereka yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh setiap hari.

Kopi atau teh sama-sama bisa mengurangi risiko demensia menurut penelitian ini. Hal tersebut lantaran keduanya mengandung bahan bioaktif seperti polifenol dan kafein yang juga dapat mengurangi peradangan, kerusakan sel, sekaligus melindungi diri dari penurunan fungsi kognitif.




(aqr/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads