Sering Dikira Aman, Konsumsi 5 Makanan Ultra Olahan Ini Paling Berisiko!

Sering Dikira Aman, Konsumsi 5 Makanan Ultra Olahan Ini Paling Berisiko!

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 13 Feb 2026 05:00 WIB
Penjual yogurt dimintai resep oleh pelanggannya sendiri
Foto: iStock
Jakarta -

Makanan ultra-olahan makin disorot karena dikaitkan dengan obesitas dan penyakit kronis. Beberapa makanan ini harus dihindari!

Makanan ultra-olahan atau ultra-processed foods (UPF) tengah jadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Para ahli menilai ada jenis UPF yang perlu diwaspadai lebih serius.

UPF diproduksi secara industri dan mengandung minyak olahan serta zat aditif seperti pengemulsi dan penstabil. Konsumsinya berlebihan dikaitkan dengan obesitas, gangguan metabolik, dan penyakit jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah studi menemukan konsumsi UPF berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis. Bahkan, penelitian lain menyebut mengurangi UPF dapat membantu penurunan berat badan lebih signifikan.

Dikutip dari Fox (9/2) berikut 5 makanan ultra-olahan yang berbahaya untuk tubuh:

1. Saus Tomat

Kisah bertahan hidup di tengah laut selama lebih dari 20 hari, hanya dengan saus tomat.Saus tomat ternyata mengandung banyak gula. Foto: Getty Images/iStockphoto/

Banyak saus tomat komersial mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Jika sering dikonsumsi, asupan kalori berlebih ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan metabolik.

ADVERTISEMENT

Pendiri Berg Institute of Health & Wellness, Berg, menyoroti sirup jagung sebagai bahan yang patut diwaspadai.

"Bahkan saus seperti saus tomat, bila dikonsumsi rutin, bisa meningkatkan asupan gula dan mengganggu metabolisme," ujarnya.

Ia menyarankan konsumen lebih teliti membaca label komposisi sebelum membeli. "Pilih saus bebas gula atau rendah gula agar lebih aman untuk kesehatan," tambah Berg.

2. Yogurt Berperisa

Tak semua yogurt berperisa sehat, sebagian justru mengandung gula tambahan, pemanis buatan, dan penstabil. Bahan-bahan ini perlu diwaspadai karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Berg menyarankan pilih yogurt tawar berbahan alami dan menambahkan buah segar sendiri. "Pilih yogurt murni lalu beri pemanis alami agar lebih sehat," ujarnya.

Namun, pakar nutrisi Daniel Rehal menilai yogurt tetap bergizi jika difermentasi bakteri baik.

"Hingga 80% sel imun ada di usus, probiotik penting bagi kesehatan fisik dan mental," katanya.

3. Biskuit Asin

Tak Bisa Telan Makanan Lain, Sejak 16 Tahun Lalu Pria Ini Hanya Makan BiskuitIlustrasi biskuit asin. Foto: says.com / Berita Harian.

Crackers atau biskuit tampak seperti camilan ringan, tetapi mengandung tepung olahan, gula tambahan, dan minyak tidak sehat. Konsumsi berlebih dapat memicu lonjakan gula darah.

Berg mengingatkan bahan tersebut berisiko bila rendah serat. "Crackers olahan bisa meningkatkan gula darah, terutama jika dikonsumsi rutin," ujarnya.

Ia menyarankan menggantinya dengan camilan berbahan alami yang lebih mengenyangkan. "Pilih crackers almond atau keripik biji-bijian buatan sendiri agar lebih sehat," tambah Berg.

4. Candy Bar

Candy bar termasuk makanan ultra-olahan yang paling tidak sehat karena tinggi pati olahan, minyak nabati, dan zat aditif. Kandungan nutrisinya sangat minim bagi tubuh.

Ahli gizi mengingatkan konsumsi rutin candy bar dapat berdampak buruk pada kesehatan metabolik. Asupan gula tambahan dan bahan olahan berlebih memicu risiko gangguan kesehatan jangka panjang.

"Candy bar bukan sekadar gula, melainkan campuran pati olahan, minyak tidak sehat, dan aditif buatan yang merusak metabolisme dan jantung," ujar Berg.

5. Es Krim Cone

Unrecognizable man pouring red wine in two glasses.Ilustrasi es krim yang disajikan di cone. Foto: iStock

Es krim cone pabrikan masuk daftar makanan ultra-olahan yang perlu diwaspadai. Meski es krimnya tidak, wadah cone justru menyumbang risiko kesehatan.

Berg menyebut cone dibuat dari tepung olahan, gula tambahan, minyak tak sehat, dan aditif. "Nilai gizinya rendah dan bisa memperparah dampak negatif saat dikombinasikan dengan es krim," ujarnya.

Ia menambahkan perpaduan cone dan es krim memberi asupan gula dan lemak berlebih. "Ini jadi dosis ganda gula, lemak tak sehat, dan bahan buatan," kata Berg.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads