Minum Air Dingin Bikin Sakit? Jangan Percaya Mitos Dulu!

Minum Air Dingin Bikin Sakit? Jangan Percaya Mitos Dulu!

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Kamis, 12 Feb 2026 06:00 WIB
Young woman standing in front of open refrigerator and drinking cold water while suffering from a hot summer heat at home
Foto: Getty Images/deepart386
Jakarta -

Minum air dingin atau air es selama ini dihindari karena khawatir bisa bikin sakit. Namun, apakah klaim ini benar atau hanya mitos belaka? Berikut penjelasannya.

Banyak orang percaya minum air dingin bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal, menurut ulasan medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dilansir dari Healthline (11/12), tidak ada bukti kuat bahwa minum air dingin berbahaya bagi sebagian besar orang. Baik air dingin maupun air suhu ruang tetap membantu tubuh terhidrasi dengan baik. Manfaat utamanya sama, yakni menjaga keseimbangan cairan dan membantu tubuh tetap segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, air dingin bisa memengaruhi tubuh dengan beberapa cara tertentu. Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa minum air dingin dapat membuat lendir hidung menjadi lebih kental sehingga terasa kurang nyaman saat sedang pilek atau flu. Dalam kondisi seperti ini, minuman hangat justru dapat membantu pernapasan terasa lebih lega.

Very cold mineral water with ice in a misted glass bottles, dark background, selective focusair putih dingin. Foto: Getty Images/iStockphoto/5PH

Selain itu, bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu, air dingin bisa memperparah gejala. Misalnya, penelitian lama menunjukkan air es dapat memicu sakit kepala pada penderita migrain.

ADVERTISEMENT

Kondisi seperti achalasia, yang memengaruhi kemampuan menelan, juga dapat terasa lebih nyeri ketika mengonsumsi air sangat dingin. Namun, efek tersebut tidak berlaku untuk kebanyakan orang sehat.

Di sisi lain, minum air dingin juga memiliki beberapa manfaat. Saat berolahraga, air dingin dapat membantu tubuh tidak cepat panas sehingga performa latihan bisa lebih baik. Penelitian kecil lain menemukan bahwa minum air dingin dapat sedikit meningkatkan pembakaran energi, meskipun efeknya tidak besar.

Air dingin juga terasa lebih menyegarkan, terutama saat dinikmati di cuaca panas. Hal ini bisa mendorong seseorang minum lebih banyak sehingga kebutuhan cairan harian lebih mudah terpenuhi.

Beberapa kepercayaan tradisional menyebut minum air dingin dapat mengganggu pencernaan, tetapi penelitian ilmiah belum menemukan bukti kuat bahwa hal tersebut berlaku untuk semua orang.

Jadi, pada intinya, minum air es atau air dingin umumnya aman. Jika muncul keluhan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, atau sedang flu, minuman hangat mungkin terasa lebih nyaman. Pilihan antara air dingin atau hangat pada akhirnya lebih bergantung pada kondisi tubuh dan kenyamanan masing-masing.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads